JAKARTA, MENITNEWS.COM – Di dunia teknologi yang biasanya didorong oleh Hukum Moore dan efisiensi produksi massal, terdapat ceruk pasar yang mengabaikan semua aturan konvensional: Luxury Gadget.
Bagi kalangan ultra-high-net-worth, smartphone bukan sekadar alat komunikasi. Ia adalah perpaduan seni kriya tingkat tinggi dengan material paling langka di bumi. Per Februari 2026, fenomena ini tetap menjadi anomali yang memikat di tengah perlombaan spesifikasi chipset global.
Hierarki Kemewahan: Smartphone Termahal Sepanjang Masa
Dalam segmen ini, nilai perangkat tidak lagi diukur dari refresh rate layar atau skor benchmark, melainkan dari karat berlian dan eksklusivitas unit.
| Model Perangkat | Material Utama | Estimasi Harga (IDR) |
| Falcon Supernova iPhone 6 | Pink Diamond, Emas 24K | Rp 810,82 Miliar |
| iPhone 5 Black Diamond | Black Diamond, Emas Solid | Rp 250,77 Miliar |
| iPhone 4S Elite Gold | 500+ Berlian, Fosil Dinosaurus | Rp 157,15 Miliar |
| iPhone 4 Diamond Rose | Rose Gold, 100 Karat Berlian | Rp 133,74 Miliar |
Anomali: Spesifikasi Usang vs Material Abadi
Secara teknis, perangkat seperti Falcon Supernova iPhone 6 hanya membawa kamera belakang 8 MP—spesifikasi yang kini dianggap kuno. Namun, penyematan satu butir pink diamond langka di panel belakang mengubahnya menjadi aset senilai 48,5 juta dollar AS.
Hal ini membuktikan bahwa dalam ekosistem ini, teknologi hanyalah “kanvas” bagi perhiasan kelas atas. Beberapa produsen bahkan menawarkan nilai tambah yang unik:
-
Diamond Crypto Smartphone: Memadukan bodi platinum dengan sistem enkripsi tingkat tinggi untuk keamanan data maksimal.
-
Gresso Luxor Las Vegas Jackpot: Menggunakan kayu Afrika berusia 200 tahun dan safir pada setiap tombol keypad-nya (Hanya diproduksi 3 unit).
-
Goldvish Revolution: Inovasi hibrida yang mengintegrasikan jam analog mekanis yang dapat dilepas dari bodi ponsel.
Pergeseran Paradigma: Dari Fungsi ke Investasi Seni
Meskipun fungsi digitalnya akan tertinggal oleh pembaruan perangkat lunak (software update), nilai intrinsik dari materialnya cenderung stabil. Penggunaan bahan ekstrem seperti:
-
Tulang Dinosaurus pada iPhone 4S Elite Gold.
-
Emas 18 Karat pada Goldvish Le Million.
Target pasar ini adalah kolektor yang mencari keunikan yang tidak bisa diberikan oleh produksi massal. Strategi modifikasi pihak ketiga—seperti yang dilakukan oleh Goldstriker atau Falcon Luxury—membuktikan adanya permintaan konstan untuk mengubah teknologi standar menjadi barang koleksi.
Kesimpulan: Di mata para konglomerat global, smartphone adalah perhiasan yang kebetulan bisa digunakan untuk melakukan panggilan telepon.
Comment