Kisah Terry Putri di Amerika: Lepas Status Artis, Kini Jadi Kurir Makanan demi Bertahan Hidup

Terry Putri (Sumber: Okezone)

ads
ads

JAKARTA, MENITNEWS.COM – Kehidupan presenter kondang Terry Putri mengalami transformasi drastis setelah memutuskan menetap di Amerika Serikat. Jauh dari gemerlap panggung hiburan Indonesia, istri dari Derly Darmawan ini kini menjalani keseharian sebagai warga biasa yang bekerja keras sebagai kurir pengantar makanan.

Menanggalkan Gengsi di Negeri Orang

Terry mengaku tidak ada tempat untuk rasa gengsi selama tinggal di Negeri Paman Sam. Jika di Indonesia ia dikenal sebagai publik figur, di Amerika ia sepenuhnya memosisikan diri sebagai masyarakat umum (common people).

“Di negara orang kita mana bisa gengsi sih. Kalau di sini (Indonesia) kan di depan kamera, kalau di sana benar-benar common people saja,” ujar Terry Putri saat ditemui awak media di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, belum lama ini.

Mandiri Tanpa Bantuan ART

Ketiadaan Asisten Rumah Tangga (ART) membuat jadwal harian Terry menjadi sangat padat. Ia harus menjalankan peran ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus pekerja lapangan.

Rutinitasnya dimulai dengan menyelesaikan seluruh pekerjaan domestik dan melayani kebutuhan suami serta anak-anak. Setelah urusan rumah tuntas, barulah ia memulai syif kerjanya.

“Kerja beresin kerjaan di rumah segala macam karena enggak ada mbak di rumah. Habis itu baru kerja jam 3 sore, sampai ketemu jam 11 atau jam 12 malam,” jelasnya.

Strategi “Double Income” Hadapi Biaya Hidup Tinggi

Keputusan untuk bekerja sebagai kurir bukan tanpa alasan. Tingginya biaya hidup di Amerika Serikat menuntut setiap anggota keluarga untuk berkontribusi secara finansial. Terry mengungkapkan bahwa sang suami bahkan harus mengambil pekerjaan tambahan di luar pekerjaan utamanya.

Berikut adalah gambaran kerja keras keluarga Terry Putri di Amerika:

  • Terry Putri: Mengelola rumah tangga dan bekerja sebagai kurir makanan di sore hingga malam hari.

  • Suami: Menjalankan pekerjaan utama dan menambah penghasilan di bengkel setiap akhir pekan.

  • Anak (14 Tahun): Meski masih remaja, sudah mulai bekerja untuk membantu mencukupi kebutuhan.

“Suami harus double income, jadi dia ada kerja utama sama kerja di bengkel pas weekend. Anak suami yang usia 14 tahun juga sudah harus kerja,” pungkas Terry.

Kisah Terry Putri ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa perjuangan hidup di luar negeri membutuhkan mental yang kuat dan kesiapan untuk beradaptasi dengan realita yang berbeda dari tanah air. (*)

Comment