MAKASSAR, MENITNEWS.COM – Banyak orang percaya bahwa minum air hangat segera setelah bangun tidur adalah “ritual sakti” untuk membersihkan ginjal. Namun, bagaimana fakta medis sebenarnya?
Suhu Bukan Penentu, Volume Adalah Kunci
Dokter spesialis urologi konsultan, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, SpU(K) dari Siloam Hospitals Asri, menjelaskan bahwa kebiasaan ini memang baik, namun bukan karena faktor suhu airnya.
-
Fakta Medis: Saat air masuk ke dalam sistem tubuh, suhunya akan menyesuaikan dengan suhu internal tubuh kita.
-
Pesan Utama: “Mau hangat, dingin, atau suam-suam kuku, sebenarnya sama saja. Yang terpenting adalah volume air yang masuk agar tubuh tetap terhidrasi,” ujar Prof. Nur.
Mengapa Air Putih Sangat Penting bagi Ginjal?
Penelitian di Australia dan Kanada menunjukkan bahwa asupan cairan yang cukup membantu ginjal bekerja lebih efektif dalam membuang limbah tubuh. Hal ini secara signifikan menurunkan risiko penyakit ginjal kronis.
Panduan Konsumsi Air Harian:
| Kondisi | Kebutuhan Air (Per Hari) |
| Dewasa Sehat | 1,5 – 2 Liter |
| Iklim Panas / Aktivitas Berat | Lebih dari 2 Liter |
| Penderita Batu Ginjal | ± 3 Liter (Target urine 2,5 Liter) |
| Penyakit Ginjal Stadium Akhir | Membutuhkan pembatasan (konsultasi dokter) |
Cara Mengecek Apakah Hidrasi Anda Sudah Cukup
Anda tidak perlu alat canggih untuk memantau kecukupan air. Cukup perhatikan tanda-tanda alami tubuh berikut:
-
Warna Urine: Berwarna kuning pucat atau hampir bening.
-
Frekuensi: Buang air kecil sebanyak 6 hingga 8 kali sehari.
-
Kondisi Fisik: * Jarang merasa haus.
-
Tidak mudah merasa lelah atau pusing.
-
Catatan: Menjaga kesehatan ginjal dimulai dari langkah sederhana: pastikan gelas Anda selalu terisi dan diminum secara berkala sepanjang hari. (*)
Comment