MENITNEWS.COM, POLMAN — Semangat transformasi digital merambah ke jantung ekonomi kerakyatan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Dalam momentum penuh berkah, rangkaian kegiatan Digitalisasi Pembayaran dan Keamanan Transaksi (Maradika) resmi kembali hadir melalui event bertajuk Maradika QRIS Ramadan “UMKM Baik” Polewali Mandar 2026.
Bertempat di Lapangan Pancasila Polewali, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung meriah mulai 19 Februari hingga 14 Maret 2026.
Program ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui teknologi finansial yang inklusif.
Kesuksesan acara ini lahir dari kolaborasi erat antara tiga instansi utama: Bank Indonesia (BI) selaku inisiator digitalisasi sistem pembayaran nasional.
Kemudian Bank Sulselbar sebagai mitra perbankan daerah, dan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar yang berkomitmen memajukan pelaku usaha lokal.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Polman, Hj. Agusnia Hasan Sulur, menekankan bahwa Maradika bukan sekadar pasar Ramadan biasa.
“Ini adalah momentum penting mendorong transformasi UMKM menuju ekosistem transaksi digital yang aman, modern, dan terpercaya,” ungkapnya.
Lebih Dari Sekadar Event Ramadan
Maradika QRIS 2026 dirancang sebagai wadah pembinaan berkelanjutan. Para pelaku UMKM tidak hanya diberikan tempat untuk berjualan, tetapi juga mendapatkan:
Sosialisasi Penggunaan QRIS: Memudahkan transaksi non-tunai yang cepat dan efisien.
Edukasi Keamanan Transaksi: Memberikan pemahaman untuk meminimalisir risiko penipuan digital.
Perlindungan Konsumen: Menjamin kenyamanan bagi pembeli selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H.
Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, bersama Wakil Bupati Hj. Andi Nursami Masdar, memberikan dukungan penuh atas inisiatif ini.
Menurut Bupati, visi “Polman Lebih Baik” dapat terwujud melalui penguatan ekonomi kerakyatan berbasis digital.
”Kita ingin UMKM Polewali Mandar naik kelas melalui sistem transaksi digital yang modern. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata untuk memperkuat literasi digital masyarakat kita,” ujar H. Samsul Mahmud.
Membangun UMKM yang Adaptif dan Berdaya Saing
Dengan pengenalan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), pelaku usaha di Polman diharapkan mampu memperluas akses pasar dan meningkatkan efisiensi pembayaran.
Di era transformasi digital, adaptasi terhadap teknologi menjadi kunci utama agar UMKM lokal tetap kompetitif.
Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum. Selain berburu kebutuhan Ramadan, pengunjung dapat merasakan langsung kemudahan bertransaksi secara digital yang lebih higienis dan tercatat secara sistematis.
Mari sukseskan Maradika QRIS Ramadan 2026 dan dukung produk lokal Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menuju masa depan digital! (*)
Comment