Google Mulai Hapus Aplikasi Cuaca Bawaan di Android, Alihkan ke Google Search

Ilustrasi (Foto: Google)

ads
ads

JAKARTA, MENITNEWS.COM – Google secara bertahap mulai menghentikan dukungan untuk pengalaman aplikasi Cuaca (Weather) mandiri pada perangkat Android. Sebagai gantinya, raksasa teknologi ini mengintegrasikan seluruh informasi ramalan cuaca langsung ke dalam halaman hasil pencarian Google Search.

Langkah ini menandai perubahan besar dalam cara pengguna Android mengakses informasi meteorologi harian mereka. Berikut adalah poin-poin utama terkait perubahan tersebut:

Dari Aplikasi ke Hasil Pencarian

Selama bertahun-tahun, pengguna Android dapat menikmati tampilan cuaca layar penuh yang bersih melalui pintasan ikon atau widget At a Glance. Meskipun secara teknis bukan aplikasi yang berdiri sendiri, antarmuka tersebut memberikan pengalaman navigasi yang intuitif.

Namun, dalam pembaruan terbaru, mengetuk ikon cuaca kini akan mengarahkan pengguna ke Google Search. Pengguna tetap mendapatkan informasi yang sama—seperti kelembapan, kecepatan angin, dan kualitas udara—namun dalam format yang menyatu dengan hasil pencarian web lainnya.

Mengapa Google Melakukan Ini?

Perubahan ini merupakan bagian dari strategi Google untuk menyederhanakan ekosistem informasinya. Beberapa poin penting terkait transisi ini antara lain:

  • Sentralisasi Informasi: Memusatkan akses data melalui satu pintu, yaitu mesin pencari Google.

  • Efisiensi Pengembangan: Mengurangi beban pemeliharaan antarmuka terpisah untuk fitur cuaca.

  • Interaktivitas Browser: Antarmuka baru memungkinkan pengguna menggulir konten yang juga mencakup tautan relevan dan rekomendasi informasi lainnya.

Linimasa Perubahan

Uji coba perubahan ini dilaporkan telah dimulai sejak November 2025 melalui metode A/B testing. Memasuki awal 2026, implementasi ini mulai meluas secara global. Meski belum semua pengguna melihat perubahan ini di perangkat mereka, arah kebijakan Google sudah terlihat jelas menuju penghapusan total pengalaman aplikasi cuaca lama.

Tanggapan Pengguna dan Pengamat

Meski data cuaca yang disajikan tetap akurat dan lengkap—termasuk grafik jam demi jam—beberapa pengamat teknologi menilai langkah ini dapat mengurangi kenyamanan. Pengalaman baru ini dianggap kurang “eksklusif” karena pengguna kini disuguhi antarmuka yang lebih mirip hasil pencarian browser daripada aplikasi cuaca yang didedikasikan khusus.

Hingga saat ini, informasi prakiraan cuaca 10 hari ke depan masih tetap tersedia secara utuh, memastikan pengguna tidak kehilangan data penting meski format penyajiannya berubah total. (*)

Comment