MENITNEWS.COM, POMALAA — PT Vale Indonesia terus menunjukkan taji dalam memperkuat ekosistem nikel nasional.
Memasuki awal tahun 2026, Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa melaporkan akselerasi pembangunan yang signifikan, dengan total progres fisik kini telah menyentuh angka 62 persen.
Langkah ini mempertegas posisi PT Vale, sebagai pemain kunci dalam hilirisasi mineral yang berkelanjutan di Indonesia.
Tidak hanya fokus pada infrastruktur tambang, proyek ini juga mengedepankan aspek lingkungan dan kesejahteraan operasional.
Hingga saat ini, sejumlah fasilitas krusial telah berhasil dituntaskan secara penuh. Beberapa pencapaian kunci di lapangan meliputi:
North Access Road (NAR): Jalur akses utama yang kini telah siap digunakan.
Gedung Main Construction Office: Pusat kendali operasional konstruksi.

Fasilitas Persemaian Modern: Komitmen hijau PT Vale dibuktikan dengan pembangunan pusat pembibitan berkapasitas 1 juta bibit pohon per tahun untuk mendukung reklamasi berkelanjutan.
Pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dasar, tetapi juga pada area pendukung dan fasilitas pengolahan inti yang melibatkan kemitraan strategis:
Proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) ini menjadi sangat strategis karena akan mengolah nikel limonit menjadi bahan baku penting untuk baterai kendaraan listrik (EV).
Komitmen ESG dan Masa Depan Hijau
Setiap tahapan dalam IGP Pomalaa dirancang untuk memenuhi standar ESG (Environmental, Social, and Governance) yang ketat.
PT Vale Indonesia menekankan bahwa efisiensi operasional dan keselamatan kerja adalah prioritas utama dalam mengejar target penyelesaian.
”Bersama mitra dan seluruh pemangku kepentingan, PT Vale Indonesia melangkah konsisten menuju masa depan hijau, ramah lingkungan, dan berdaya guna bagi masyarakat.”
Dengan akselerasi yang terus terjaga, proyek Pomalaa PT Vale Indonesia diharapkan dapat segera beroperasi penuh untuk mendukung ambisi Indonesia sebagai pusat industri baterai dunia. (*)
Comment