Data BPBD Makassar: 878 Warga Mengungsi Akibat Banjir, Kecamatan Manggala dan Biringkanaya Terdampak Paling Parah

ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR  — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, merilis pembaruan data pengungsi per Rabu malam, 25 Februari 2026 sekitar pukul 21.30 WITA.

Berdasarkan hasil kaji cepat Tim TRC, sebanyak 878 jiwa dari 239 kepala keluarga (KK) tercatat mengungsi di 15 titik yang tersebar di dua Kecamatan dan empat Kelurahan.

Dua wilayah terdampak parah akibat banjir yakni Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Manggala.

Di Kecamatan Biringkanaya, titik pengungsian terbesar berada di SD Paccerakkang, Kelurahan Katimbang, dengan 64 KK atau 236 jiwa.

Selain itu, data BPBD Makassar pengungsi di Kelurahan Paccerakkang tersebar di sejumlah lokasi seperti Masjid Lailatul Qadar, Masjid Ar Ra’mun, Masjid Nurul Ikhlas Kodam III, hingga Kantor Lurah Paccerakkang.

Sementara di Kecamatan Manggala, warga mengungsi di beberapa masjid dan fasilitas umum, antara lain Masjid Al Muttaqin, Masjid Jabal Nur, Posyandu Anyelir, Masjid Yuda Al Fatih, Masjid Al Mukarramah, serta Masjid Al Kautsar di Kelurahan Batua.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Dr. H.M. Fadli Tahar, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan pendataan di seluruh titik pengungsian guna memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

“Data pengungsi masih bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Tim TRC kami siagakan untuk melakukan kaji cepat dan memastikan distribusi logistik berjalan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk menjamin pelayanan kesehatan, ketersediaan makanan, air bersih, serta perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

BPBD Makassar juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan kepada aparat setempat jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing. (*)

Comment