MENITNEWS.COM, GOWA — Kakao (cokelat) adalah salah satu komoditas unggulan penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia. Namun, ancaman penyakit tanaman dan inkonsistensi mutu pasca-panen seringkali membuat petani merugi dan menurunkan daya saing kakao Nusantara di pasar global.
Menjawab tantangan krisis ini, seorang Peneliti Doktoral dari Universitas Al Asyariah Mandar yang menyelsaikan studi di Universitas Hasanuddin (Unhas), Basri, berhasil mengembangkan terobosan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) terintegrasi pertama yang mengawal kualitas kakao dari kebun dan pabrik pengolahan.
Penelitian disertasi yang bertajuk “Pendekatan Visi Komputer untuk Industri 4.0 pada Budidaya dan Produksi Pengolahan Kakao” ini, menawarkan sebuah ekosistem digital cerdas yang disebut kedepan sebagai Support Sistem Holistik Hulu-Hilir.
Mata Elang AI di Kebun: Mendeteksi Penyakit Sebelum Mewabah
Di sektor hulu (perkebunan), petani kerap terlambat menyadari serangan penyakit seperti VSD (Vascular Streak Dieback) atau hama Helopeltis karena gejalanya yang sangat kecil dan tersamar oleh rimbunnya daun.
Untuk mengatasi ini, Basri mengembangkan arsitektur Deep Learning khusus yang dinamakan YOLOv11-Hybrid. Algoritma ini dimodifikasi dengan “otak tambahan” (sistem BiFPN dan CBAM) yang memungkinkannya bekerja layaknya mata elang.
Kamera smartphone atau Wahana Drone biasa dilengkapi aplikasi ini untuk mampu mendeteksi bercak penyakit berukuran mikro di tengah dedaunan yang kompleks secara real-time, memberikan peringatan dini (early warning) kepada petani sebelum gagal panen terjadi.
Standar SNI di Ujung Jari: Digitalisasi Sortasi Pabrik
Inovasi tidak berhenti di kebun. Di sektor hilir (pascapanen), mutu biji kakao sangat menentukan harga jual. Klasifikasi manual yang dilakukan manusia seringkali subjektif, memakan waktu, dan rentan kesalahan.
Penelitian ini sukses mengonversi Standar Nasional Indonesia (SNI 2323:2008) ke dalam algoritma Machine Learning. Komputer diajarkan untuk mengekstrak fitur warna dan tekstur biji kakao untuk mengenali biji yang berjamur, tidak terfermentasi (slaty), atau cacat serangga dengan tingkat akurasi yang presisi.

Sehingga ke depan, sistem cerdas ini dirancang sangat ringan untuk sektor industri pengolahan, dan ke depan dapat dikembangkan menggunakan komputer mini murah (seperti Raspberry Pi) di tingkat koperasi petani, bukan hanya di pabrik besar bermodal raksasa.
Tiga Kontribusi Besar Riset Untuk Indonesia dan Dunia
Temuan dari ini tidak hanya menjadi solusi lokal, melainkan membawa dampak berskala global:
1. Bagi Pengetahuan Global (Scientific Contribution): Penelitian ini memecahkan kebuntuan riset global dengan membuktikan bahwa model arsitektur hybrid (YOLOv11 dengan attention mechanism) mampu mengatasi masalah deteksi objek mikro di lingkungan alam liar yang tidak terstruktur.
Selain itu, riset ini memelopori cetak biru (blueprint) kerangka kerja holistik IoT dan AI untuk pertanian berkelanjutan yang dapat direplikasi untuk komoditas lain seperti kopi, teh, atau kelapa sawit di seluruh dunia.
2. Bagi Indonesia (National Impact): Inovasi ini mendukung penuh program “Hilirisasi” yang dicanangkan Pemerintah Indonesia. Dengan memberdayakan petani dan koperasi lokal menggunakan teknologi terjangkau (Edge Computing) ke depan, kakao Indonesia dapat konsisten memenuhi standar ekspor premium.
Ini akan langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani dan mengembalikan posisi Indonesia sebagai raja kakao dunia yang menurut data saat ini dari peringkat ke-3 turun menjadi peringkat ke-7 dunia.
3. Demokratisasi Teknologi untuk Petani: Sistem yang dibangun menepis stigma bahwa AI dan Machine Learning hanyalah milik perusahaan teknologi raksasa di negara maju. Riset ini membuktikan bahwa teknologi tingkat tinggi (State-of-the-Art) dapat dikemas menjadi alat yang murah, ringan, dan mudah digunakan langsung oleh petani pedesaan.
“Harapan terbesar kami adalah teknologi ini segera diadopsi oleh kementerian terkait dan industri, sehingga visi Indonesia Emas 2045 di sektor ketahanan pangan dan agroindustri cerdas dapat terwujud lebih cepat, termasuk mencapai Asta Cita Presiden Prabowo ke-5 terkait hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah,” papar Basri. (*)
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
I. Data Pribadi
Nama: Dr. Ir. BASRI, S.Kom, MT., M.I.Kom., IPM
Tempat lahir : Polewali, Provinsi Sulawesi Barat
Tanggal Lahir : 5 Juli 1987
Agama : Islam
Orang tua
Bapak: Baba Sabir
Ibu: Husnah Patteke (Alm)
Status : Menikah
Istri: Darmawati Kadir, S.Psi, M.I.Kom
Anak:
1. Muhammad Aisar Khair Bashr
2. Nur Arsy Putri Bashr
3. Muhammad Fathan Al Bashr
4. Muhammad Dwi Faqih Bashr
5. Muhammad Gaffa Isvara Bashr
Alamat : BTN Digayu Residance, Blok D, No. 14, Desa Banua Baru, Kec. Wonomulyo, Kab.Polewali Mandar, Prov. Sulawesi Barat.
Alamat Kantor : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Kampus Unasman, Jl. Budi Utomo no. 2 Manding, Kab. Polewali Mandar, Prov. Sulawesi Barat
II. Riwayat Pendidikan Umum
1. SDN 048 Mambulilling 1994-2000
2. SMPN 1 Polewali 2000-2003
3. SMAN 1Polewali 2003-2006
4. S 1 Teknik Informatika Universitas Al Asyariah Mandar 2006-2011
5. Akta-IV Guru Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Pare-pare 2012-2013
6. S 2 Teknik Elektro Konsentrasi Teknik Informatika Universitas Hasanuddin 2013-2015
7. S2 Ilmu Komunikasi Universitas Fajar 2023-2024
8. Profesi Ir Teknik Informatika Universitas Muslim Indonesia 2025
III. Riwayat Pekerjaan
Dosen Jurusan Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Univ. Al Asyariah Mandar.
Tenaga Pengajar Program Studi Ilmu Komputer, spesialisasi keilmuan pada bidang Multimedia, dan Kecerdasan Buatan.
Direktur/Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar. (*)
Comment