MENITNEWS.COM, BANTAENG — Upaya menciptakan generasi emas Indonesia yang sehat dan bebas stunting, terus digencarkan oleh Kemendukbangga/BKKBN.
Menanggapi data prevalensi stunting yang masih menjadi tantangan di tingkat daerah, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan melakukan langkah strategis melalui koordinasi intensif terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Kantor DPPKB Kabupaten Bantaeng pada Kamis (26/2/2026), Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, Shodiqin, SH., MM menegaskan komitmen penuh instansinya dalam mengawal program nasional ini agar tepat sasaran.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, angka prevalensi stunting di Indonesia berada pada angka 19,8%. Namun, tantangan lebih besar terlihat di tingkat regional.
Angka prevalensi stunting di Provinsi Sulawesi Selatan 23,3% dan di Kabupaten Bantaeng 24,3%.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mempercepat penurunan angka stunting, khususnya di wilayah-wilayah dengan prevalensi di atas rata-rata nasional.
Peran Aktif Kader dan Penyuluh di Lapangan
Kemendukbangga/BKKBN tidak bergerak sendiri. Shodiqin menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan seluruh kekuatan di tingkat akar rumput.

Mulai dari Kader KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan Penyuluh KB.
Tugas utama tim ini adalah melakukan verifikasi data dan memastikan bantuan makanan bergizi tersalurkan secara tepat sasaran, tepat waktu, dan diterima langsung oleh kelompok prioritas, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
”Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan program pemenuhan gizi terlaksana secara optimal sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat dan berkualitas,” ujar Sodiqin.
Progres Signifikan: 26 Dapur SPPG Telah Beroperasi
Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bantaeng, melaporkan kemajuan yang menggembirakan.
Saat ini, telah terdapat 26 dapur SPPG yang beroperasi di seluruh penjuru Kabupaten Bantaeng. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 dapur sudah aktif menyalurkan Makan Bergizi Gratis 3B (MBG 3B).
Kehadiran dapur-dapur ini diharapkan menjadi tulang punggung, dalam penyediaan nutrisi berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan secara berkelanjutan.
Dengan koordinasi yang kuat antara Kemendukbangga/BKKBN, SPPG, dan Pemerintah Daerah, Kabupaten Bantaeng optimis dapat menurunkan angka stunting secara signifikan demi masa depan generasi yang lebih baik. (*)
Comment