Via Zoom di Bantaeng, Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulsel Ikuti Pemaparan Menteri Wihaji Tentang Program Prioritas Pembangunan Keluarga

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​BANTAENG — Pembangunan keluarga kini menjadi sorotan utama Kemendukbangga/BKKBN, sebagai fondasi fundamental dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

Hal ini ditegaskan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd, dalam kegiatan strategis bertajuk “Prasara dan Vistara Program Prioritas Pembangunan Keluarga”.

​Kegiatan yang berlangsung secara hybrid pada Kamis (26/02/2026) ini diikuti dengan antusias oleh Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin, SH., MM bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bantaeng, bertempat di Aula Mall Pelayanan Publik Kabupaten Bantaeng.

​Hadir secara langsung di lokasi, Kepala Dinas PPKB Kabupaten Bantaeng bersama Tim Penggerak PKK, menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat ketahanan keluarga di tingkat daerah.

Sinergi ini dianggap krusial agar program pusat dapat terimplementasi dengan tepat sasaran hingga ke unit terkecil masyarakat.

Transformasi Berbasis Satu Data Keluarga

​Dalam arahannya, Menteri Wihaji menjelaskan bahwa transformasi Kemendukbangga/BKKBN saat ini difokuskan pada kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan keluarga secara mikro.

​”Pembangunan keluarga harus berbasis satu data keluarga yang akurat. Intervensi dilakukan secara terintegrasi sepanjang siklus hidup, mulai dari fase pranikah, kehamilan, balita, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia,” tegasnya.

Inovasi Program Prioritas: Dari GENTING Hingga SuperApps

​Menteri Kemendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji juga memaparkan sejumlah program unggulan yang dirancang secara holistik dan responsif gender, di antaranya:

​GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting): Upaya kolektif untuk menekan angka stunting secara signifikan.

​TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak): Penyediaan ruang tumbuh kembang anak yang berkualitas.

​GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia): Mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan.

​SIDAYA (Lansia Berdaya): Pemberdayaan lansia agar tetap produktif dan sehat.

​SuperApps Keluarga: Penguatan layanan informasi dan pemantauan keluarga melalui teknologi digital.

PKK Sebagai Motor Penggerak Utama

​Lebih lanjut, peran TP PKK ditekankan sebagai motor penggerak sosial berbasis kader. Melalui dukungan hingga tingkat dasawisma, integrasi program prioritas ke dalam 10 Program Pokok PKK.

Program ini diharapkan mampu menciptakan sinkronisasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, hingga ke Tingkat Kabupaten/Kota.

​Dengan adanya momentum ini, Kemendukbangga/BKKBN berharap pelaksanaan program pembangunan keluarga di Sulawesi Selatan, khususnya di Bantaeng, dapat berjalan lebih terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan demi masa depan generasi Bangsa yang lebih cerah. (*)

Comment