Sosok Pamong Terbaik, Sekda Makassar Kenang Dedikasi Almarhum Andi Muhammad Yasir

ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menyampaikan duka dan penghormatan mendalam atas wafatnya Asisten 1 Pemkot Makassar, Andi Muhammad Yasir.

Sekda Zulkifly Nanda menilai almarhum Andi Muhammad Yasir sebagai salah satu pamong terbaik yang pernah dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Menurut Mantan Camat Ujung Pandang itu, sosok Andi Muhammad Yasir dikenal sebagai aparatur sipil negara yang berdedikasi tinggi, berintegritas, serta konsisten menjaga profesionalisme dalam setiap amanah jabatan yang diembannya.

“Beliau itu salah satu pamong terbaik di pemerintahan Kota Makassar. Dari camat, sudah keliling di berbagai dinas. Saya pribadi banyak belajar dari beliau tentang pemerintahan,” cetus Sekda Zulkifly, Sabtu (28/2/2026).

Sekda Zulkifly menuturkan, selama berkarier di lingkungan Pemkot Makassar, almarhum menunjukkan keteladanan dalam kepemimpinan maupun etika birokrasi. Karir dimulai dari tingkat bawah.

Karir Opu Yasir–sapaan akrab Andi Muhammad Yasir–mulai dari Lurah, Camat, hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Dinas dan akhirnya menjadi Asisten I Pemkot Makassar.

Pengalaman panjang itu membuatnya dikenal luas sebagai birokrat dengan segudang ilmu dan wawasan pemerintahan.

Sekda Zulkifly momen terakhir kebersamaan mereka saat rapat, sebelum almarhum bertolak ke Medan untuk menghadiri kegiatan Apeksi mewakili Wali Kota. Sepulang dari tugas tersebut, kabar duka datang setelah almarhum dirawat di rumah sakit.

“Setelah rapat, beliau mewakili Pak Wali ke Medan. Setelah pulang, kami dapat kabar beliau masuk rumah sakit. Tidak lama kemudian, beliau berpulang,” tuturnya.

Banyak kenangan terukir selama bertugas bersama. Keduanya pernah sama-sama menjabat di wilayah berbeda, berkoordinasi lintas dinas

Di luar tugas formal, kebersamaan juga terjalin lewat diskusi santai dan momen ngopi bersama, di mana almarhum kerap berbagi nasihat dan pengalaman.

Sebagai salah satu pejabat paling senior di lingkup Pemkot Makassar, almarhum sejatinya dijadwalkan memasuki masa purna tugas pada Mei 2026 mendatang.

Lebih lanjut, Sekda Makassar Zulkifly Nanda menilai kehilangan ini bukan hanya dirasakan oleh keluarga besar almarhum, tetapi juga oleh seluruh jajaran Pemkot Makassar.

Pasalnya, kontribusi dan gagasan yang telah diberikan Andi Muhammad Yasir, kata Sekda Makassar, menjadi bagian dari perjalanan pembangunan kota.

Ia juga mengenang almarhum sebagai pribadi yang sederhana dan terbuka terhadap masukan.

Dalam berbagai forum internal, almarhum kerap mendorong pentingnya inovasi pelayanan publik serta penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

“Beliau selalu mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah. Orientasi utama seorang pamong adalah kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi,” kata Zulkifly.

Atas nama Pemerintah Kota Makassar, Zulkifly menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap keluarga diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi duka tersebut.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutupnya.

Diketahui, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andi Muhammad Yasir, berpulang pada Sabtu (28/2) sekitar pukul 06.55 Wita di RSKD Dadi, Jalan Lanto Daeng Pasewang.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pemerintah Kota Makassar.

Sosoknya dikenal sebagai pamong senior yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk pemerintahan.

Prosesi pelepasan jenazah akan dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Setelah upacara pelepasan, jenazah akan dibawa ke Masjid Raya Makassar untuk disalatkan, sebelum dimakamkan di TPU Panaikang.

Pantauan di rumah duka menunjukkan banyak pejabat dan pegawai Pemkot Makassar yang datang melayat.

Kehadiran mereka termasuk Sekda Makassar, menjadi bukti bahwa almarhum bukan hanya seorang atasan, tetapi juga mentor dan sahabat bagi banyak orang. (*)

Comment