MAKASSAR, MENITNEWS.COM – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) melaporkan bahwa kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2025 tetap stabil dan resilien. Ketangguhan sektor ini menjadi katalisator utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 5,43%, melampaui capaian tahun 2024 yang sebesar 5,02%.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, dalam rilis resminya pada 1 Maret 2026, menyatakan bahwa stabilitas ini tercermin dari pertumbuhan positif di hampir seluruh lini, mulai dari perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan digital.
Perbankan Masih Menjadi Penopang Utama
Hingga posisi Desember 2025, total aset perbankan di Sulawesi Selatan tercatat menembus angka Rp214,32 triliun, atau tumbuh 5,33% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik signifikan sebesar 9,74% menjadi Rp146,61 triliun.
“Tabungan masih mendominasi komposisi dana masyarakat dengan porsi mencapai 59,92%,” tulis laporan tersebut.
Dari sisi penyaluran kredit, perbankan Sulsel menyalurkan dana sebesar Rp172,92 triliun. Menariknya, kredit produktif yang sempat terkontraksi pada tahun sebelumnya kini bangkit dengan pertumbuhan 3,06%. Sektor perdagangan besar dan eceran tercatat sebagai penyerap kredit terbesar dengan porsi 22,19%.
Fenomena Syariah dan Digitalisasi Keuangan
Tren menarik terlihat pada sektor perbankan syariah yang mencatatkan pertumbuhan “dua digit”. Aset perbankan syariah melonjak 22,38% menjadi Rp21,81 triliun, sementara pembiayaan tumbuh agresif sebesar 23,69%.
Di sisi lain, adopsi keuangan digital di Sulsel juga semakin masif. Sektor fintech peer-to-peer lending atau pinjaman online legal mencatat pertumbuhan tertinggi di industri keuangan non-bank, yakni mencapai 34,56%. Begitu pula dengan pasar modal, di mana jumlah investor (SID) melonjak 31,23% dengan total mencapai 525.596 investor.
Komitmen Terhadap UMKM dan Literasi Keuangan
OJK juga mencatat keberpihakan perbankan terhadap sektor UMKM yang tetap kuat. Sebanyak 907.439 debitur UMKM telah terlayani dengan total penyaluran kredit mencapai Rp61,69 triliun atau 36,40% dari total kredit di Sulsel.
Sebagai upaya menjaga keamanan konsumen di tengah pertumbuhan yang pesat, OJK Sulselbar terus menggencarkan edukasi. Sepanjang Januari 2026 saja, program edukasi keuangan telah menjangkau lebih dari 288 ribu peserta dari berbagai kalangan.
“Stabilitas sektor jasa keuangan ini adalah fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan,” pungkas Moch. Muchlasin. (*)
Comment