POLMAN, MENITNEWS.COM – Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulawesi Barat terus memacu pengembangan hilirisasi perkebunan. Terbaru, Kabid Hilirisasi Hasil Perkebunan, Agustina Palimbong, memimpin tim melakukan identifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk pengolahan komoditas aren di Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan ini menyasar Kelompok Tani Mekar Mayang Sari yang dipimpin oleh Rusni Husni. Tujuannya adalah memastikan kesiapan kelompok sebagai penerima manfaat program fasilitasi sarana pascapanen.
Optimalisasi Bantuan untuk Nilai Tambah
Dalam peninjauan tersebut, Agustina menegaskan agar bantuan pemerintah tidak sekadar menjadi pajangan.
-
Pemanfaatan Maksimal: Sarana pengolahan yang diberikan harus digunakan secara optimal.
-
Target: Meningkatkan nilai jual produk aren sehingga pendapatan petani turut terdongkrak.
“Sarana pengolahan yang telah diterima harus dimanfaatkan dengan baik demi mendorong kesejahteraan petaninya,” ujar Agustina.
Selaras dengan Visi “Sulbar Maju dan Sejahtera”
Langkah ini merupakan implementasi nyata dari visi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga. Fokus utamanya adalah ekonomi inklusif, di mana penguatan ekonomi lokal dilakukan melalui pemanfaatan SDA dan SDM yang berkelanjutan di sektor agribisnis.
Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Muh Faizal Thamrin, menyatakan dukungannya secara terpisah. Ia menekankan bahwa sinergi pemerintah dan petani adalah kunci kemandirian.
-
Strategi: Identifikasi tepat sasaran dan pendampingan berkelanjutan.
-
Harapan: Komoditas aren dari Polman memiliki daya saing tinggi di pasar luas.
Ketua Kelompok Tani Mekar Mayang Sari, Rusni Husni, menyambut positif program ini dan menyatakan kesiapannya untuk memaksimalkan seluruh sarana yang ada. (*)
Comment