MENITNEWS.COM, MAMUJU — Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), dr. Nursyamsi Rahim, memberikan penguatan strategis Sulbar Sehat pada Pertemuan DKPPKB yang dilaksanakan di Grand Maleo Hotel, Mamuju, pada Selasa, 4 Maret 2026.
Pertemuan ini menjadi momentum konsolidasi dalam rangka evaluasi penurunan kematian ibu (AKI) dan kematian bayi (AKB) melalui pendekatan Audit Maternal Perinatal Surveillance and Response (AMPSR), sekaligus penegasan arah kebijakan pembangunan kesehatan daerah.
Dalam arahannya, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari program Quick Wins Sulbar Sehat yang digalakkan oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
“Penurunan angka kematian ibu dan bayi adalah prioritas utama. Ini bukan hanya tugas sektor kesehatan, tetapi menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera,” tegasnya.
Ia menekankan, setiap hasil audit kasus harus ditindaklanjuti dengan perbaikan sistem pelayanan, mulai dari penguatan skrining ibu hamil, peningkatan kualitas antenatal care (ANC), optimalisasi layanan PONED dan PONEK, hingga sistem rujukan maternal-neonatal yang cepat dan tepat.
Selain itu, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, standarisasi pelayanan pra-rujukan dan stabilisasi pasien, serta pemenuhan sarana prasarana menjadi bagian penting dari strategi percepatan penurunan AKI dan AKB.
Melalui forum ini, seluruh jajaran Dinas Kesehatan kabupaten diharapkan mampu menyelaraskan langkah dan memastikan bahwa, setiap rekomendasi AMPSR benar-benar diimplementasikan di lapangan, bukan sekadar menjadi dokumen evaluasi.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Quick Wins Sulbar Sehat tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi diterjemahkan dalam aksi konkret, terukur, dan berkelanjutan demi menyelamatkan lebih banyak ibu dan bayi di Sulawesi Barat. (*)
Comment