JAKARTA, MENITNEWS.COM – Pasangan selebritas Meisya Siregar dan Bebi Romeo akhirnya bisa bernapas lega. Setelah sempat tertahan di Arab Saudi akibat eskalasi konflik militer di Timur Tengah, keduanya dilaporkan telah tiba dengan selamat di Tanah Air pada Rabu (4/3/2026).
Momen kepulangan yang penuh haru tersebut dibagikan langsung oleh Meisya melalui unggahan di media sosialnya. Begitu pesawat mendarat di Jakarta, Meisya segera mengungkapkan rasa syukurnya dapat kembali berkumpul dengan keluarga.
“Alhamdulillah akhirnya tiba di Tanah Air, ketemu keluarga, ketemu sahabat. Home sweet home, Alhamdulillah,” tulis Meisya dalam unggahan Instagram Story-nya.
Kronologi Penundaan Penerbangan
Pasangan ini sebelumnya sedang menjalani ibadah umrah dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Senin, 2 Maret 2026. Berdasarkan rencana perjalanan (itinerary), mereka seharusnya terbang dari Jeddah menuju Dubai sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta menggunakan maskapai Emirates.
Namun, ketegangan geopolitik yang mendadak memuncak memaksa otoritas penerbangan melakukan penutupan wilayah udara secara total di Uni Emirat Arab (UEA). Hal ini menyebabkan penerbangan mereka pada pukul 18.00 waktu setempat dibatalkan demi keselamatan sipil.
Dampak Eskalasi Konflik Global
Situasi di Timur Tengah memanas sejak 28 Februari 2026, menyusul laporan serangan militer berskala besar antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Konflik ini berdampak sistemik pada jalur transportasi udara internasional.
Beberapa poin utama terkait gangguan penerbangan tersebut meliputi:
-
Penutupan Wilayah Udara: Negara-negara seperti Iran, Israel, UEA, Qatar, Kuwait, hingga Yordania membatasi atau menutup total jalur udara mereka.
-
Lumpuhnya Bandara Utama: Bandara Internasional Dubai dan Abu Dhabi mengalami gangguan operasional hebat, menyebabkan ribuan penumpang transit telantar.
-
Pembatalan Massal: Ribuan jadwal penerbangan internasional harus dibatalkan atau dialihkan ke rute yang lebih jauh.
Perjalanan Alternatif dan Rasa Syukur
Meski sempat terjebak dalam ketidakpastian, Meisya dan Bebi akhirnya berhasil mendapatkan rute penerbangan alternatif untuk keluar dari zona konflik. Setibanya di rumah, Meisya menyebutkan bahwa anak-anak mereka masih berada di sekolah dan kampus saat mereka sampai.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pelancong internasional mengenai betapa cepatnya situasi keamanan global dapat berubah dan memengaruhi mobilitas warga sipil, termasuk mereka yang sedang menjalankan ibadah di tanah suci. (*)
Comment