JAKARTA, MENITNEWS.COM – Penyakit jantung tetap menjadi ancaman kesehatan global yang utama. Menurut laporan WHO (2023), penyakit ini merenggut lebih dari 17 juta nyawa setiap tahunnya di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, penyakit jantung menempati posisi dua teratas penyebab kematian, dengan angka mencapai sekitar 1,5 juta jiwa per tahun.
Apa Itu Penyakit Jantung Koroner?
Penyakit jantung koroner terjadi akibat adanya aterosklerosis, yaitu penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah arteri koroner karena penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium).
“Jika tidak ditangani, kondisi ini berisiko menyebabkan serangan jantung. Jika aliran oksigen terhenti lebih dari delapan jam, area jantung tersebut bisa mati, mengganggu kelistrikan jantung, dan menyebabkan kematian,” jelas dr. Nanda Iryuza, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari RS Pondok Indah Heart Center.
Waspadai Gejala Utamanya
Mengenali gejala sedini mungkin adalah kunci keselamatan. Berikut adalah tanda-tanda yang perlu diwaspadai:
-
Nyeri Dada Spesifik: Terasa seperti ditekan, sesak, berat, atau sensasi terbakar di dada sebelah kiri.
-
Nyeri Menjalar: Rasa sakit yang merambat ke lengan kiri, leher, hingga rahang.
-
Gangguan Pernapasan: Sesak napas meski hanya melakukan aktivitas fisik ringan atau saat beristirahat.
-
Respons Tubuh Mendadak: Muncul keringat dingin tiba-tiba yang disertai pusing atau sensasi ingin pingsan.
Langkah Penanganan Medis
Jika Anda atau kerabat merasakan gejala di atas, dr. Nanda sangat menyarankan untuk segera menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat. Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi permanen pada otot jantung.
Beberapa prosedur yang biasanya dilakukan oleh tim medis meliputi:
| Jenis Tindakan | Penjelasan |
| Obat-obatan | Pemberian pengencer darah dan penurun kolesterol untuk menstabilkan plak. |
| Pemasangan Stent (Ring) | Prosedur untuk membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat. |
| Operasi Bypass | Pembedahan untuk membuat jalur aliran darah baru melewati area sumbatan yang parah. |
Comment