MENITNEWS.COM, TAKALAR — Di tengah momentum Ramadan 1447 H/2026 M, Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan dengan menaikkan insentif guru mengaji menjadi Rp600 ribu per bulan.
Kebijakan tersebut disampaikan saat kegiatan silaturahmi bersama para pembina guru mengaji se-Kabupaten Takalar yang digelar di Masjid Agung Takalar, baru-baru ini.
Acara itu dihadiri para Guru Mengaji, Tokoh Agama, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Daeng Manye itu menegaskan bahwa, guru mengaji memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan peradaban masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menempatkan pembangunan moral dan spiritual sebagai fondasi utama.
“Guru mengaji adalah arsitek peradaban. Dari tangan mereka lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kematangan moral,” ujar Daeng Manye.
Ia menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur’an yang diberikan para guru mengaji merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
“Jika kita ingin membangun Takalar yang kuat dan beradab, maka investasi terbesar harus dimulai dari pendidikan akhlak dan nilai-nilai Qur’ani. Guru mengaji adalah penjaga moralitas masyarakat sekaligus pembentuk karakter generasi penerus,” tegas Daeng Manye.
Dalam kesempatan itu, Daeng Manye juga mengajak seluruh orang tua untuk lebih aktif mendorong anak-anaknya mengikuti kegiatan keagamaan di masjid dan surau, terutama selama bulan Ramadan.
Menurutnya, Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga ruang pendidikan sosial yang sangat efektif.
Tentunya dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Ramadan adalah sekolah kehidupan. Dari masjid kita membentuk generasi yang bukan hanya pintar, tetapi juga berintegritas dan berakhlak,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para guru mengaji, Pemerintah Kabupaten Takalar menaikkan insentif mereka dari Rp500.000 menjadi Rp600.000 per bulan.
“Kenaikan ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi bentuk penghormatan pemerintah daerah terhadap dedikasi para guru mengaji yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membina generasi Qur’ani di Takalar,” jelas Daeng Manye.
Ia berharap langkah tersebut dapat semakin memotivasi para guru mengaji dalam menjalankan peran strategis mereka dalam membangun masyarakat Takalar yang religius, berkarakter, dan berperadaban.
“Jika kita ingin melihat masa depan Takalar yang lebih baik, maka jawabannya ada pada generasi muda yang hari ini sedang belajar Al-Qur’an di masjid-masjid,” tutup Daeng Manye. (*)
Comment