Kekalahan dari Newcastle: Posisi Michael Carrick di Manchester United Kian Terancam

Michael Carrick belum dipercaya Roy Keane dan Paul Scholes untuk menjadi pelatih permanen di Man United. (Sumber: bolasport/DARREN STAPLES/AFP)

ads
ads

JAKARTA, MENITNEWS.COM – Kekalahan Manchester United atas Newcastle United seolah menegaskan bahwa posisi Michael Carrick belum cukup aman untuk diangkat sebagai pelatih permanen. Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Carrick sejak ia kembali menangani mantan klubnya tersebut.

Dalam lanjutan pekan ke-29 Liga Inggris pada Rabu (4/3/2026) di St James’ Park, Manchester United takluk 1–2 dari Newcastle United, yang saat itu bermain dengan sepuluh pemain. Gol dramatis Will Osula pada menit-menit akhir waktu normal menjadi penentu kemenangan bagi tuan rumah.

Kritik Pedas Roy Keane

Hasil minor ini memperkuat keraguan dua legenda United, Roy Keane dan Paul Scholes, terhadap kapasitas Carrick untuk menukangi tim secara permanen.

Roy Keane secara terbuka melontarkan kritik pedas. Meskipun mengakui Carrick sebagai sosok pelatih yang baik, Keane menilai mantan rekan setimnya itu belum memiliki cukup pengalaman untuk membawa United meraih gelar juara liga.

“Menjadi pelatih sementara tentu berbeda dengan menjadi manajer permanen yang dituntut memenangkan gelar dalam dua hingga lima tahun ke depan. Apakah ini waktu yang tepat baginya? Saya tidak setuju,” tegas Keane dalam siniar The Overlap.

Paul Scholes Ajukan Nama Carlo Ancelotti

Di sisi lain, Paul Scholes memiliki pandangan berbeda mengenai sosok yang paling tepat untuk memimpin Manchester United musim depan. Baginya, nama Carlo Ancelotti adalah pilihan yang sempurna.

“Dia adalah sosok yang sempurna. Dia tahu cara membuat pemain merasa luar biasa dan memiliki rekam jejak yang mumpuni dalam memenangkan gelar,” ujar Scholes dikutip dari The Sun.

Secara rekam jejak, kredibilitas Ancelotti memang tak perlu diragukan. Pria berusia 66 tahun tersebut memegang rekor sebagai pelatih dengan gelar Liga Champions terbanyak dan pelatih pertama yang mampu menjuarai lima liga domestik tertinggi di Eropa.

Namun, tantangan besar menghadang manajemen United. Saat ini, Ancelotti masih terikat kontrak dengan tim nasional Brasil yang direncanakan berlangsung hingga Piala Dunia 2030. Harapan Manchester United mungkin hanya tertuju pada kemungkinan Ancelotti yang bersedia hengkang setelah memimpin Brasil di Piala Dunia 2026 mendatang. (*)

Comment