Mengapa Beberapa Orang Lebih Memilih Ponsel dalam Mode Hening? Ini Penjelasan Psikologisnya

Ilustrasi (Sumber: beautynesia.id/Foto: Freepik)

ads
ads

MAKASSAR, MENITNEWS.COM – Di tengah kebiasaan orang yang selalu mengaktifkan notifikasi agar tidak melewatkan pesan apa pun, ada segelintir individu yang justru lebih nyaman membiarkan ponselnya dalam mode hening (silent), bahkan saat sedang menunggu kabar penting.

Keputusan ini mungkin tampak kontras dengan tuntutan dunia yang serba cepat. Namun, faktanya, perkembangan teknologi telah menciptakan tekanan sosial untuk selalu siaga, sehingga batasan antara kebutuhan pribadi dan tuntutan pekerjaan menjadi kabur. Memilih mode senyap bukan sekadar masalah teknis, melainkan cerminan kebutuhan psikologis untuk menjaga fokus, energi, dan batasan diri yang sehat.

Dilansir dari The Expert Editor, berikut adalah analisis kepribadian di balik preferensi mode silent pada ponsel:

1. Disiplin dan Penuh Tanggung Jawab

Orang yang disiplin cenderung mampu mengatur diri dengan baik. Mereka mahir merencanakan tugas tanpa terburu-buru dan mampu mengendalikan diri dari gangguan.

  • Bukti Ilmiah: Studi tahun 2025 di Kyung Hee University menunjukkan bahwa pekerja yang mengaktifkan mode senyap selama jam kerja memiliki tingkat stres lebih rendah dan fokus yang lebih baik.

  • Efek Nyata: Eksperimen menunjukkan bahwa menonaktifkan notifikasi selama seminggu dapat mengurangi durasi penggunaan ponsel harian hingga 21 persen. Dengan menghilangkan notifikasi, seseorang tidak perlu berjuang melawan dorongan untuk terus mengecek ponsel—mirip dengan strategi orang diet yang tidak menyimpan makanan tidak sehat di rumah agar tidak tergoda.

2. Mampu Fokus pada Momen yang Dijalani

Kemampuan untuk hadir sepenuhnya (mindfulness) adalah ciri orang yang tidak mudah teralihkan oleh ponsel.

  • Bukti Ilmiah: Studi tahun 2024 di Media Psychology menemukan bahwa individu dengan kesadaran tinggi cenderung jarang mengecek ponsel secara impulsif. Hal ini didukung oleh meta-analisis dalam jurnal NPJ Mental Health Research (2024) yang menyatakan bahwa mengurangi gangguan digital terbukti menurunkan kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur.

  • Efek Nyata: Dengan mematikan suara, seseorang secara tidak langsung menerapkan prinsip mindfulness. Mereka menjadi pihak yang memegang kendali penuh atas kapan harus memeriksa ponsel, alih-alih dikendalikan oleh bunyi notifikasi.

3. Peduli terhadap Etiket Sosial

Menggunakan ponsel di tengah interaksi sosial sering kali menurunkan kualitas percakapan. Survei Pew Research terhadap 3.200 orang dewasa menunjukkan bahwa 82 persen responden percaya penggunaan ponsel dapat merusak hubungan sosial.

  • Efek Nyata: Seseorang yang sengaja menonaktifkan suara ponsel saat bertemu orang lain memberikan sinyal kuat bahwa mereka menghargai waktu dan perhatian lawan bicaranya. Veg Out mencatat bahwa tindakan sederhana ini menciptakan interaksi yang lebih berkualitas, membuat orang lain merasa dihargai, dan mempererat hubungan sosial secara signifikan.


Kesimpulan Mematikan notifikasi ponsel bukanlah tanda bahwa seseorang tidak peduli atau antisosial. Sebaliknya, ini adalah langkah sadar untuk melindungi kesehatan mental dan menghargai orang-orang di sekitar kita. (*)

Comment