MAKASSAR, MENITNEWS.COM — Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D.., meresmikan Clinical Research Unit (CRU) di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin. Peresmian tersebut berlangsung di sela kunjungan kerja dan agenda rapat koordinasi di kampus Unhas pada Kamis (6/3).
Clinical Research Unit (CRU) merupakan fasilitas penelitian yang digunakan untuk melaksanakan uji klinis terhadap obat, vaksin, atau produk kesehatan pada manusia secara terstandar dan sesuai etika penelitian. Fasilitas ini mendukung kolaborasi antara rumah sakit, perguruan tinggi, dan industri dalam mengembangkan inovasi produk kesehatan berbasis riset.
Rektor Unhas Prof JJ menyampaikan bahwa kehadiran CRU merupakan fasilitas yang sangat dibutuhkan untuk memperkuat ekosistem riset klinis di lingkungan universitas. Fasilitas ini akan beroperasi di bawah koordinasi Rumah Sakit Pendidikan Unhas serta melibatkan berbagai fakultas terkait dalam pemanfaatannya.
“Fasilitas ini akan beroperasi secara penuh di bawah koordinasi rumah sakit dan dimanfaatkan bersama oleh fakultas-fakultas terkait. Kehadiran CRU diharapkan dapat mendukung pengembangan riset klinis yang lebih terintegrasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa selama ini fasilitas Clinical Research Unit masih didominasi oleh institusi di Pulau Jawa. Saat ini terdapat sekitar lima CRU yang beroperasi di wilayah tersebut. Kehadiran CRU di Unhas menjadi bukti bahwa kawasan timur Indonesia, khususnya Makassar, juga memiliki kapasitas dan potensi untuk mengembangkan riset klinis bertaraf nasional.
“Hari ini menjadi pembuktian bahwa Makassar, khususnya Unhas, juga mampu memiliki fasilitas penelitian klinis seperti ini. Ini merupakan awal yang sangat baik,” ujar Taruna Ikrar.
Ia menambahkan, selama ini banyak kegiatan riset klinis berpusat di kampus-kampus di Pulau Jawa. Dengan hadirnya CRU di Unhas, diharapkan riset klinis di kawasan timur Indonesia dapat berkembang lebih pesat, termasuk mendorong lahirnya berbagai produk obat baru melalui penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Unhas.
Lebih lanjut, BPOM juga mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri farmasi melalui kerja sama yang berkelanjutan.
“Kami bersama industri akan menjalin kolaborasi melalui penandatanganan nota kesepahaman. Ini menjadi awal yang baik untuk mendorong pengembangan riset klinis dan inovasi produk kesehatan di Indonesia,” tambahnya.
Setelah peresmian CRU, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Hasanuddin dan Nose Herbal Indo. Perusahaan ini merupakan perusahaan maklon kosmetik yang menyediakan layanan pembuatan produk kosmetik secara menyeluruh, serta bergerak di bidang manufaktur kosmetik.
Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan riset, inovasi, dan produksi produk kesehatan dan kosmetik berbasis penelitian. (*)
Comment