MENITNEWS.COM, SIDRAP — Kabupaten Sidrap resmi jadi juara pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan 2025 dengan angka 7,71 persen.
Kabupaten Sidrap mengungguli Kabupaten Luwu (7,43 persen) dan Kabupaten Wajo (7,16 persen).
Bukan kota besar dan bukan kawasan industri raksasa, namun Sidrap membuktikan bahwa daerah berbasis agraris bisa melesat jika kepemimpinan tepat dan strategi terukur dijalankan.
Di balik capaian ini, ada satu nama yang tak bisa dilepas, yakni Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.
Ia menegaskan bahwa angka 7,71 persen adalah buah kolaborasi kolektif masyarakat, mulai dari petani, pedagang, hingga pelaku UMKM.
“Ini hasil kerja semua elemen masyarakat,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Ekonom Nahdlatul Ulama, Dr Muhammad Aras Prabowo, menekankan bahwa pertumbuhan ini bukan sekadar angka statistik.
Menurutnya, Sidrap menunjukkan efektivitas manajemen ekonomi berbasis potensi lokal, di mana pertanian, perdagangan, dan UMKM saling menopang.
“Sidrap hari ini menjadi contoh bahwa daerah agraris bisa menjadi motor pertumbuhan. Ini bukan pertumbuhan instan, tapi hasil kerja terukur dan strategi berbasis data,” tegas Aras.

Syaharuddin Alrif sendiri membangun fondasi ekonomi Kabupaten Sidrap melalui tiga pilar utama, yakni pertanian sebagai tulang punggung produksi pangan, perdagangan lokal sebagai penggerak aktivitas ekonomi, dan UMKM sebagai penguat daya tahan ekonomi masyarakat.
Strategi ini menimbulkan multiplier effect, di mana satu sektor yang sehat memberi efek berantai pada sektor lain, termasuk jasa dan transportasi.
Transformasi ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sidrap bukan sekadar angka instan, tapi ekonomi riil yang berkelanjutan.
Di tengah banyak daerah Sulsel bertahan di angka 5 persen, Sidrap melesat hingga 7,71 persen, fenomena yang disebut outperforming growth.
UMKM tidak hanya bertambah jumlahnya, tetapi juga menciptakan nilai tambah (value added).
Rantai ekonomi bergerak lebih cepat, memperkuat posisi Sidrap sebagai model transformasi ekonomi berbasis kerakyatan.
Kini, Sidrap tampil percaya diri. Tidak hanya juara angka, tetapi simbol kebangkitan ekonomi berbasis potensi lokal, yang menekankan inklusivitas dan keberlanjutan.
Dengan angka 7,71 persen, Sidrap bukan hanya mencatat rekor, tapi membangun reputasi di Sulawesi Selatan.
Kepemimpinan Syaharuddin Alrif, kerja kolektif masyarakat, dan strategi berbasis potensi lokal, menjadi bukti nyata bahwa ekonomi berbasis agraris Kabupaten Sidrap, bisa bersinar di panggung regional. (*)
Comment