Isu Mikroplastik dan Teknologi Ratu Lebah Jadi Sorotan di Kuliah Umum Internasional Unhas

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas), menggelar kuliah umum internasional bertajuk isu lingkungan global di Aula Lantai 1 Fakultas Kehutanan, Makassar, baru-baru ini.

Kegiatan ini menghadirkan dua pakar ternama dari Malaysia untuk mengupas tuntas ancaman mikroplastik pada serangga, serta inovasi teknologi reproduksi lebah kelulut.

​Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Ir. A. Mujetahid M., S.Hut., M.P., IPU. Dalam sambutannya, Prof. Mujetahid, menekankan bahwa kehadiran narasumber mancanegara ini merupakan momentum strategis untuk memperluas cakrawala mahasiswa.

​”Kehadiran para profesor ini sangat penting untuk mendorong kolaborasi riset internasional, khususnya di bidang kehutanan, entomologi, dan ekologi, guna menjawab tantangan lingkungan masa depan,” ujar Prof. Mujetahid.

​Pakar pertama, Norashikin Mohd. Fauzi, Ph.D. dari Universiti Malaysia Kelantan, memaparkan materi krusial mengenai interaksi serangga dengan mikroplastik.

Ia menjelaskan bahwa partikel plastik berukuran di bawah 5 milimeter, kini telah menyusup ke berbagai kompartemen lingkungan.

​Penelitian terbaru menunjukkan bahwa serangga tidak hanya berinteraksi, tetapi juga mengonsumsi dan mengakumulasi mikroplastik dalam tubuh mereka.

“Hal ini menjadikan serangga sebagai indikator biologis penting untuk memantau tingkat pencemaran lingkungan,” jelas Norashikin.

​Inovasi Teknologi Ratu Lebah Kelulut

​Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Wahizatul Afzan Azmi dari Universiti Malaysia Terengganu, mengulas tentang aplikasi polinator biologis dan teknologi in vitro pada ratu lebah kelulut.

Fokus pembahasannya terletak pada pentingnya peran ratu dalam menjaga produktivitas koloni.

​Wahizatul memaparkan proses seleksi jantan berkualitas tinggi dan perkembangan larva ratu untuk menghasilkan koloni yang sehat di lapangan.

Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas lebah sebagai penyerbuk alami di ekosistem hutan maupun pertanian.

​Komitmen Kampus Bebas Plastik

​Menutup rangkaian acara, Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni, Prof. Syahidah, Ph.D, memberikan pesan edukatif kepada para mahasiswa.

Ia mengajak seluruh Sivitas Akademika untuk memulai langkah nyata dalam menjaga lingkungan.

​”Sebagai bentuk dukungan terhadap program fakultas bebas plastik dan penguatan Zona Integritas, mari kita minimalisir penggunaan plastik sekali pakai. Langkah sederhana seperti membawa tumbler sendiri akan berdampak besar bagi masa depan,” pungkasnya.

​Kegiatan yang diikuti dengan antusias oleh ratusan Mahasiswa Unhas ini, diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama. (*)

Comment