Kepala BPOM Taruna Ikrar Kupas Strategi Neuroscience Leadership di UNM, Bentuk Pemimpin Masa Depan Lewat Sains Otak

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D, memaparkan konsep inovatif mengenai kepemimpinan masa depan dalam forum dialog “Ngobrol Pendidikan Ramadan” di Universitas Negeri Makassar (UNM), Sabtu (7/3/2026).

​Di hadapan Sivitas Akademika UNM, Pakar Neurosains Dunia ini mengupas tuntas Neuroscience Leadership—sebuah pendekatan kepemimpinan yang mengintegrasikan kecerdasan otak, kontrol diri, dan nilai spiritual.

​Dalam diskusi bertajuk “Puasa Ramadan dalam Perspektif Neuroscience Leadership” tersebut, Prof. Taruna menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar ibadah ritual, melainkan instrumen biologis untuk meningkatkan performa otak.

​”Puasa Ramadan melatih self-control dan membantu otak mengelola emosi serta stres dengan lebih baik. Dari perspektif neurosains, ini adalah proses pembentukan kepemimpinan yang kuat karena pemimpin sejati lahir dari kemampuan mengendalikan diri,” ujar Taruna di Rumah Jabatan Rektor UNM.

Otak Manusia: Super Komputer Alami

​Sebagai pemegang paten metode pemetaan otak sejak 2009, Taruna menganalogikan kompleksitas otak manusia yang memiliki lebih dari 100 miliar neuron.

Menurutnya, satu neuron saja memiliki kemampuan yang lebih hebat dibanding satu mesin komputer pintar.

​”Otak manusia setara dengan 100 miliar komputer super cerdas yang bekerja simultan. Jaringan saraf yang kompleks inilah yang berperan vital dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk dalam menghadapi krisis kesehatan,” jelasnya.

​Lebih lanjut, ia menyoroti sinergi antara neurosains dan kecerdasan buatan melalui konsep Neuro-AI.

Kolaborasi ini diyakini mampu menciptakan inovasi pengobatan yang lebih presisi serta membangun peradaban yang lebih berempati.

​Dalam kapasitasnya sebagai Kepala BPOM, Taruna menekankan bahwa kepemimpinan yang berbasis sains sangat dibutuhkan untuk mendorong kemandirian kesehatan Indonesia.

Saat ini, BPOM tengah bertransformasi menuju smart regulation dan telah meraih pengakuan internasional sebagai WHO Listed Authority (WLA).

​”Kepemimpinan sangat penting untuk meningkatkan optimisme masyarakat serta mendorong lahirnya inovasi vaksin dan obat-obatan baru agar Indonesia berdaulat di bidang kesehatan,” tegasnya.

​Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum, memberikan apresiasi tinggi atas gagasan ilmiah yang dipaparkan.

Menurutnya, integrasi sains modern dengan nilai Ramadan memberikan perspektif baru bagi dunia pendidikan.

​”Mengaitkan puasa dengan neurosains membuka ruang pemikiran baru bagi kami. Ini membantu menyiapkan pemimpin yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual,” tutur Prof. Farida.

​Forum ini diharapkan menjadi pemantik bagi Sivitas Aademika UNM, untuk terus berinovasi dalam melahirkan generasi pemimpin menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Comment