Percepat Distribusi Makan Bergizi Gratis, DP2KBP3A Pangkep Hadirkan Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulsel Beri Arahan

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​PANGKEP — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pangkep, bergerak cepat melakukan koordinasi guna memastikan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka menghadirkan Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, Shodiqin, SH., MM.

​Langkah ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program MBG bagi sasaran 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD) yang berlangsung di ruang pertemuan DP2KBP3A, Kamis (5/3/2026).

​Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Pangkep, dr. Hj. St. Nurliah Sanusi, MM., mengungkapkan bahwa percepatan ini mendesak dilakukan.

Berdasarkan data evaluasi, saat ini baru 7 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan MBG dari total 27 SPPG yang sudah beroperasi di Pangkep.

​”Hingga saat ini, baru sekitar 2.431 orang yang menerima manfaat dari total target 24.690 sasaran berdasarkan hasil Pendataan Keluarga (PK25). Kita harus segera menuntaskan kendala teknis agar semua sasaran terlayani,” ujar dr. Nurliah.

​Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin, SH., MM yang memberikan arahan strategis, terkait landasan hukum operasional program ini.

Ia menegaskan bahwa berdasarkan Perpres Nomor 115 Tahun 2025, BKKBN memiliki mandat khusus dalam mendayagunakan Tim Pendamping Keluarga (TPK).

​”Pasal 47 Perpres 115/2025 sudah sangat jelas. Semua SPPG dalam menyalurkan MBG ke sasaran 3B wajib menggunakan TPK untuk distribusi dan edukasi pola konsumsi pangan sehat di tingkat keluarga,” jelas Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, Shodiqin.

​Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulsel menambahkan bahwa  kendala data seharusnya tidak lagi menjadi hambatan.

Karena Kemendukbangga/BKKBN telah mengantongi data sasaran by name by address hasil PK25.

Pihak SPPG cukup melakukan koordinasi intensif dengan OPD KB atau Balai KB di tingkat kecamatan.

​Prioritas Pencegahan Stunting

​Dalam kesempatan yang sama, dr. Nurliah menekankan bahwa prioritas utama distribusi saat ini adalah Ibu Hamil.

Hal ini merupakan langkah krusial dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.

​Meskipun dalam petunjuk teknis (juknis) terbaru satu titik manfaat ditargetkan melayani 500 orang.

ia berharap setidaknya Ibu Hamil di wilayah masing-masing dapat diprioritaskan jika kuota belum terpenuhi maksimal.

​Rapat koordinasi yang dihadiri Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulsel ini, diharapkan mampu memecah kebuntuan distribusi dan memastikan ribuan Ibu Hamil serta Balita di Kabupaten Pangkep, segera mendapatkan asupan gizi yang layak demi mencetak generasi unggul. (*)

Comment