MENITNEWS.COM, GOWA — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa keberlanjutan pembangunan daerah sangat bergantung pada keterlibatan aktif generasi muda.
Hal tersebut disampaikannya dalam dialog kepemudaan dan buka puasa bersama di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan bertajuk “Merajut Silaturrahmi, Memperkuat Sinergi: Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah dalam Membangun Daerah Kabupaten Gowa”.
Ini menjadi wadah strategis dalam menyelaraskan visi pemerintah dengan gagasan kreatif pemuda.
Dalam sambutannya, Bupati Husniah menekankan bahwa sejarah kemajuan bangsa, khususnya di Gowa, selalu identik dengan peran pemuda.
Ia mencontohkan semangat kepahlawanan Sultan Hasanuddin, sebagai inspirasi moral bagi generasi masa kini.
Namun, ia mengingatkan bahwa bentuk perjuangan saat ini telah bertransformasi.
“Tantangan kalian hari ini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan mengangkat derajat bangsa melalui inovasi, kreativitas, serta penguasaan literasi digital,” ujar Bupati perempuan pertama Gowa tersebut.
Bupati Gowa menambahkan bahwa di era disrupsi, kecepatan dalam beradaptasi jauh lebih penting daripada sekadar kekuatan fisik.

Pemuda dituntut untuk unggul dalam ilmu pengetahuan guna menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Lebih lanjut, Bupati Husniah memaparkan bahwa Indonesia kini berada pada momentum bonus demografi.
Hal ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan visi Asta Cita Presiden RI.
”Pemuda adalah subjek utama pembangunan. Kalian diharapkan menjadi motor penggerak perubahan dan fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Meski mendorong kemajuan teknologi, ia tetap berpesan agar pemuda Gowa tidak meninggalkan identitas budaya.
Nilai-nilai luhur seperti sipakatau (saling menghormati), sipakalabbiri’ (saling menghargai), dan sipakainga’ (saling mengingatkan) harus tetap menjadi pedoman karakter.
Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Gowa, Alumnus, memberikan apresiasi tinggi atas keterbukaan pemerintah daerah. Menurutnya, dialog ini merupakan bentuk kepercayaan nyata terhadap potensi pemuda.
“Kami sangat mengapresiasi Bupati Gowa yang membuka ruang bagi pemikiran pemuda. Ini adalah kolaborasi yang harus kita kawal bersama demi kemajuan daerah,” kata Alumnus.
Melalui sinergi ini, Bupati Gowa berharap munculnya gagasan-gagasan inklusif dari kaum muda, yang dapat langsung diimplementasikan dalam berbagai program pembangunan daerah di masa depan. (*)
Comment