Penyanyi Vidi Aldiano Tutup Usia, Sempat Berjuang Melawan Kanker Ginjal Selama 6 Tahun

VIdi Aldiano. (Sumber: Detikhealth/Foto: Instagram/@vidialdiano)

ads
ads

MENITNEWS.COM, JAKARTA – Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Penyanyi populer Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026). Kepergian sang musisi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, hingga para penggemar.

Diketahui, Vidi telah berjuang melawan kanker ginjal selama enam tahun terakhir. Melalui akun media sosialnya, pelantun lagu “Nuansa Bening” ini cukup terbuka membagikan perkembangan pengobatannya. Bahkan, pada tahun 2023, Vidi sempat mengungkapkan bahwa penyakit yang dideritanya telah bermetastasis atau menyebar ke organ tubuh lain.

Baca Juga: Kabar Duka: Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun

Apa Itu Kanker Ginjal?

Menanggapi kabar tersebut, dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM, selaku dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi, memberikan penjelasan mengenai penyakit kanker ginjal.

Menurut dr. Andhika, kanker ginjal merupakan bentuk keganasan yang berasal dari sel-sel ginjal, terutama sel epitel tubulus ginjal yang berfungsi untuk menyaring urine. Jenis yang paling banyak ditemukan pada pasien dewasa adalah Renal Cell Carcinoma (RCC).

“RCC ini mencakup 85 hingga 90 persen dari seluruh kasus kanker ginjal,” jelas dr. Andhika saat dikonfirmasi, Minggu (8/3/2026).

Tantangan Deteksi Dini

Dr. Andhika menyoroti tantangan utama kanker ginjal, yakni sifatnya yang seringkali tidak menunjukkan gejala apa pun pada stadium awal. Seringkali, penyakit ini baru terdeteksi secara tidak sengaja melalui pemeriksaan radiologi seperti USG atau CT scan saat pasien sedang memeriksakan kondisi kesehatan lainnya.

Namun, ketika tumor mulai membesar, pasien biasanya akan merasakan gejala yang disebut sebagai “triad klasik”, yakni:

  1. Adanya darah pada urine (hematuria).

  2. Nyeri di daerah pinggang atau punggung bagian samping.

  3. Terabanya benjolan di area perut atau pinggang.

“Ketiga tanda ini dikenal sebagai ‘triad klasik’ kanker ginjal, meski pada praktiknya gejala ini hanya muncul pada sebagian pasien saja,” tambah dr. Andhika.

Gejala pada Stadium Lanjut

Ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut atau bermetastasis, gejala yang muncul cenderung bersifat sistemik, di antaranya penurunan berat badan drastis tanpa alasan yang jelas serta kelelahan berkepanjangan.

Selain itu, gejala lain yang mungkin muncul meliputi demam tanpa penyebab yang jelas, anemia, hingga nyeri tulang atau batuk kronis, tergantung pada ke organ mana kanker tersebut menyebar.

Oleh karena itu, dr. Andhika mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. “Penting bagi masyarakat untuk segera memeriksakan diri bila mengalami darah dalam urine atau nyeri pinggang yang menetap, karena gejala tersebut memerlukan evaluasi medis lebih lanjut,” pungkasnya. (*)

Comment