Rina Nose Pilih Operasi Hidung di Dalam Negeri: Bukti Kualitas Dokter Lokal

Rina Nose operasi hidung di Indonesia dengan Dokter Tompi. (Sumber: Harapanrakyat/Foto: Instagram rinanose16)

ads
ads

MENITNEWS.COM, JAKARTA – Komedian sekaligus presenter populer, Rina Nose, baru-baru ini menjadi sorotan setelah memutuskan menjalani prosedur operasi hidung. Berbeda dengan tren selebritas yang sering memilih melakukan operasi plastik ke luar negeri, Rina justru memercayakan perubahan penampilannya kepada tenaga medis profesional di tanah air.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, wanita berusia 42 tahun ini mengungkapkan bahwa ia menjalani tindakan medis di Klinik Beyoutiful, Bintaro.

Mengapa Memilih Dokter Lokal?

Rina memiliki alasan kuat di balik keputusannya memilih dokter dalam negeri daripada harus terbang jauh ke Korea Selatan atau negara lainnya. Ia memercayakan prosedur operasi hidung kepada dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP-RE (Tompi), dan prosedur pengencangan area bawah mata kepada dr. Puti Adla Runisa, Sp.BP-RE.

“Alasannya karena lokasinya dekat rumah dan local pride,” ungkap istri dari Josscy Vallazza Aartsen tersebut.

Keputusan ini bukanlah tanpa riset mendalam. Pemilik nama asli Nurina Permata Putri ini mengungkapkan beberapa pertimbangan krusialnya:

  • Pemahaman Karakter Wajah: Rina menilai dr. Tompi sudah sangat memahami karakteristik hidungnya.

  • Hasil Alami: Berdasarkan risetnya, Rina merasa hasil kerja dr. Tompi tampak sangat natural dan proporsional dengan bentuk wajah pasien.

  • Proses Pemulihan Cepat: Rina mengamati bahwa pasien dr. Tompi jarang mengalami efek samping berat seperti memar hebat atau pendarahan. Umumnya, pasien sudah bisa kembali beraktivitas normal dalam waktu satu hingga dua minggu.

“Dari hasil pertimbangan itu, saya memercayakan dokter Tompi untuk mengulik hidung saya,” jelasnya.

Meluruskan Miskonsepsi Operasi “Plastik”

Dalam kesempatan yang sama, Rina juga mengedukasi masyarakat mengenai istilah “operasi plastik”. Ia menegaskan bahwa prosedur bedah estetika sama sekali tidak menggunakan material plastik seperti bahan pembuat perabotan rumah tangga.

Secara medis, istilah “plastik” berasal dari bahasa Yunani plastikos/plassein/plastos, yang berarti mencetak, membentuk, atau mengubah bentuk. Fokus utama dari prosedur ini adalah restrukturisasi jaringan, bukan penanaman material plastik ke dalam tubuh.

Keputusan yang Matang dan Personal

Bagi Rina, mengubah bagian tubuh bukanlah sekadar mengikuti tren, melainkan keputusan pribadi yang melibatkan aspek etis dan estetis yang kompleks. Ia menjelaskan bahwa proses ini melibatkan perhitungan rasio geometri wajah agar hasilnya harmonis, dengan tetap mempertimbangkan struktur tulang, fungsi jaringan, serta kesehatan kulit.

Rina juga menekankan pentingnya mempertimbangkan faktor genetik dan kesehatan jangka panjang sebelum menjalani tindakan. Baginya, operasi ini adalah bentuk “tune up” untuk menjaga kesegaran dan peremajaan wajah.

Melalui transparansi ini, Rina Nose berharap publik dapat lebih memahami bahwa operasi hidung adalah keputusan sadar yang penuh pertimbangan teknis, bukan sekadar urusan gaya hidup atau ikut-ikutan tren semata. (*)

Comment