MENITNEWS.COM, JAKARTA – Sebagian wilayah ibu kota Iran, Teheran, dilalap api setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan udara terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar pada Sabtu (7/3) malam.
Detail Serangan Menurut laporan Ynet News, jet tempur Angkatan Udara Israel menyerang sejumlah kompleks penyimpanan yang diduga digunakan oleh militer Iran untuk mendukung infrastruktur mereka. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa mereka melakukan “serangan signifikan” dengan target menghancurkan infrastruktur militer Iran.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan tersebut mengenai depot minyak di selatan Teheran, tepatnya di dekat kilang minyak utama ibu kota. Namun, kantor berita ILNA menegaskan bahwa kilang minyak utama itu sendiri tidak mengalami kerusakan. Selain di Teheran, Kementerian Perminyakan Iran menyatakan bahwa depot minyak di Karaj, bagian barat Teheran, juga menjadi sasaran serangan pada waktu yang sama.
Kondisi di Lapangan Rekaman video yang telah diverifikasi oleh The New York Times menunjukkan bola api besar membubung tinggi, menerangi langit malam Teheran, disusul kepulan asap hitam tebal. Warga melaporkan bahwa ledakan hebat dari depot minyak dan bandara terasa hingga bermil-mil jauhnya, bahkan menggetarkan rumah-rumah di sekitarnya. Saat ini, tim pemadam kebakaran dan unit darurat masih berupaya keras memadamkan kobaran api.
Rentetan Serangan Sebelumnya Insiden malam itu menyusul serangan Israel terhadap Bandara Mehrabad pada Sabtu pagi. Bandara yang merupakan pusat perjalanan domestik tersibuk di Iran tersebut diserang karena Israel mengeklaim bahwa fasilitas itu digunakan untuk mengirim uang dan senjata kepada kelompok proksi Iran.
Respons Iran Menanggapi kekhawatiran masyarakat, otoritas Iran menegaskan bahwa pasokan bahan bakar dan energi nasional tetap aman. Pemerintah Iran menyatakan telah mengantisipasi kemungkinan serangan semacam ini dan memastikan tidak akan terjadi kelangkaan energi. (*)
Comment