Usai Laga Malut United vs PSM Makassar, Wasit Dipukul dan Wartawan Diintimidasi

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​TERNATE — Hasil imbang 3-3 antara tuan rumah Malut United saat menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha (GKR) Ternate, dalam lanjutan Super League, Sabtu malam (7/3/2026) ternoda oleh aksi tidak terpuji ofisial dan suporter tuan rumah.

Seorang oknum yang diduga ofisial tim tuan rumah melakukan intimidasi terhadap jurnalis dan melakukan pengepungan terhadap perangkat pertandingan, Sabtu (7/3/2026) malam.

​Insiden bermula sekitar pukul 23.05 WIT, sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Ketegangan yang awalnya terjadi di lapangan merembet ke area tribun dan lorong ruang ganti pemain.

Wasit Thoriq Alkatiri mendapat perlakuan kasar dari ofisial dan suporter tuan rumah. Dalam video yang beredar, Wasit Lisensi FIFA itu dipukul oleh seorang suporter Malut United.

Thoriq yang dalam pengawalan ketat petugas pun langsung berlari menghindar.

​Jurnalis Dipaksa Hapus Rekaman

Tak hanya Wasit, aksi intimidasi juga menimpa Wartawan yang meliput pertandingan tersebut.

​Irwan Djailani, wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, menjadi korban perlakuan kasar saat sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.

Saat mendokumentasikan momen perangkat pertandingan menuju ruang ganti, Irwan didatangi oleh oknum ofisial tersebut dan dipaksa menghapus rekaman videonya.

​“Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu!” teriak oknum tersebut dengan nada provokatif di hadapan massa suporter dalam laga Malut United vs PSM Makassar.

​Tak berhenti di situ, oknum tersebut juga memerintahkan petugas keamanan (steward) untuk mengusir sejumlah jurnalis dari area tribun laga Malut United vs PSM Makassar, padahal mereka mengantongi ID Card resmi yang diterbitkan oleh operator liga.

​Wasit Tertahan 90 Menit di Ruang Ganti

​Kondisi di dalam stadion semakin mencekam ketika oknum manajemen yang sama membuntuti perangkat pertandingan hingga ke depan ruang ganti.

Saksi mata melaporkan adanya aksi menggedor pintu dengan keras disertai umpatan dan ancaman verbal yang ditujukan kepada wasit.

​Akibat intimidasi tersebut, tim wasit merasa terancam dan memilih mengunci diri di dalam ruangan.

Mereka tertahan selama kurang lebih 1,5 jam demi menghindari potensi konflik fisik yang lebih besar.

​Tim perangkat pertandingan baru bisa dievakuasi ke luar stadion pada pukul 00.20 WIT, setelah pihak kepolisian melakukan sterilisasi area dari kerumunan suporter dan oknum ofisial yang emosional.

​Pelanggaran Kode Etik dan Regulasi Liga

​Aksi ini menambah daftar panjang insiden kekerasan terhadap jurnalis dan perangkat pertandingan di sepak bola Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Malut United maupun operator BRI Super League belum memberikan pernyataan resmi terkait sanksi yang mungkin dijatuhkan, akibat pelanggaran regulasi keamanan stadion tersebut.

Laga Malut United vs PSM Makassar sendiri berakhir sama kuat 3-3. Kericuhan usai laga kemungkinan dipicu dianulirnya gol David Da Silva di penghujung laga, usai Wasit mengecek VAR. (*)

Comment