Wang Yi Kecam Konflik Timur Tengah dan Serukan Stabilitas Hubungan AS-China

Sumber: CNBCIndonesia/Foto: via REUTERS/PEDRO PARDO

ads
ads

MENITNEWS.COM, BEIJING – Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengecam keras eskalasi perang di Timur Tengah dan mendesak Amerika Serikat (AS) untuk segera menyelesaikan ketegangan diplomatik dengan Beijing.

Dalam konferensi pers yang berlangsung Minggu (8/3/2026), Wang menegaskan bahwa konflik yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran seharusnya tidak perlu terjadi.

“Tinju yang kuat bukan berarti memiliki akal sehat yang kuat. Dunia tidak bisa kembali ke hukum rimba,” tegas Wang kepada wartawan, seperti dilansir dari AFP.

Baca Juga: Serangan Udara AS dan Israel Guncang Fasilitas Bahan Bakar di Teheran

Fokus pada “Dua Sesi”

Pernyataan tersebut disampaikan Wang di sela-sela pertemuan politik tahunan China, yang dikenal sebagai “Dua Sesi” (Two Sessions). Pertemuan paralel antara parlemen China dan badan konsultatif politik ini dipantau ketat oleh komunitas internasional sebagai sinyal arah strategi geopolitik China, terutama di tengah ketegangan dengan AS serta perang yang terus berkecamuk di Timur Tengah dan Ukraina.

Ketegangan Hubungan AS-China

Wang mengakui bahwa tahun ini merupakan periode krusial bagi hubungan bilateral China dan AS. Hubungan kedua negara diketahui memanas sejak kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih tahun lalu, yang memicu perang dagang dan kebijakan saling balas tarif antar kedua negara.

Terkait hal ini, Wang menyatakan bahwa China dan AS perlu melakukan persiapan yang cermat, menciptakan lingkungan yang kondusif, mengelola perbedaan pendapat, serta menghilangkan campur tangan yang tidak perlu.

China sendiri sebelumnya telah secara terbuka mengkritik tindakan militer AS dan Israel di Iran—negara yang merupakan mitra diplomatik dan dagang utama bagi Beijing. China juga secara khusus mengutuk pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Hubungan Strategis dengan Rusia

Dalam kesempatan yang sama, Wang juga menegaskan bahwa kemitraan China dengan Moskow tetap kuat, meskipun sering mendapat kritik dari negara-negara Barat terkait dukungannya terhadap Rusia dalam perang di Ukraina.

“Di tengah lingkungan internasional yang bergejolak dan kompleks, hubungan China-Rusia tetap teguh dan tak tergoyahkan,” pungkas Wang. (*)

Comment