MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Kinerja sektor jasa keuangan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), sesuai data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, menunjukkan tren penguatan yang signifikan pada awal tahun ini.
Pertumbuhan ini tercermin dari meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK), penyaluran kredit yang stabil, hingga lonjakan jumlah investor di pasar modal.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Mochammad Muchlasin, mengungkapkan bahwa hingga Januari, total DPK perbankan di Sulsel tercatat mencapai Rp145 triliun.
Angka ini tumbuh sebesar 7,83 persen dibandingkan periode sebelumnya.
”Minat masyarakat untuk menabung pada awal tahun ini relatif lebih tinggi dibandingkan permintaan kredit,” ujar Muchlasin, dalam paparan perkembangan sektor jasa keuangan, Senin (9/3/2026).
Dominasi Kredit Produktif dan Kualitas yang Terjaga
Meskipun pertumbuhan simpanan melampaui pertumbuhan kredit yang berada di kisaran 5,6 persen, penyaluran kredit di Sulsel tetap menunjukkan performa positif.
Sektor produktif masih mendominasi dengan nilai mencapai Rp91,50 triliun atau sekitar 52 persen dari total komposisi kredit, disusul kredit konsumtif sebesar 47 persen.
OJK juga memastikan bahwa kualitas kredit di wilayah ini masih terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada di level aman, yakni sekitar 3,76 persen.
Lonjakan Signifikan di Pasar Modal dan Pembiayaan Emas
Selain perbankan, OJK Sulselbar menyebut aktivitas di pasar modal juga menunjukkan perkembangan pesat. Jumlah investor tercatat meningkat 31 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Data OJK Sulselbar, peningkatan tertinggi terjadi pada investor saham yang naik sekitar 40 persen, dengan jumlah Single Investor Identification (SID) yang melonjak dari 490 ribu menjadi 525 ribu investor.
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi saham pada akhir 2025 bahkan menembus angka Rp41 triliun, naik drastis sebesar 85 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang berada di angka Rp23 triliun.
Beberapa poin penting lainnya dalam laporan tersebut meliputi:
Pembiayaan Berbasis Emas: Melampaui 3 juta nasabah.
Modal Ventura: Tumbuh 34 persen dalam setahun dengan nilai di bawah Rp3 triliun.
Penjaminan Kredit: Di Sulsel mencapai Rp1,7 triliun, didukung oleh keberadaan Jamkrida.
Penguatan Literasi Keuangan Masyarakat
Untuk mendukung keberlanjutan tren positif ini, OJK terus menggencarkan program literasi keuangan.
Rangkaian kegiatan edukasi digelar mulai 6 Februari hingga 2 April 2026, mencakup webinar hingga kompetisi kreatif seperti lomba fotografi dan film pendek yang menyasar generasi muda.
Langkah ini diharapkan OJK Sulselbar, dapat meningkatkan inklusi keuangan sekaligus mendorong masyarakat Sulawesi Selatan untuk memanfaatkan layanan jasa keuangan secara lebih bijak dan terencana. (*)
Comment