MENITNEWS.COM, MAROS — Kabar gembira bagi para pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros.
Memasuki persiapan Idulfitri 1447 H, ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga Anggota DPRD Maros, mulai menerima pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) serentak pada Rabu hari ini (11/3/2026).
Tak hanya THR, Pemkab Maros juga sekaligus membayarkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), sehingga menambah daya beli para abdi negara di Kabupaten Maros menjelang lebaran.
Rincian Anggaran: ASN Hingga Legislatif
Sekretaris Daerah (Sekda) Maros, Andi Davied Syamsuddin, mengungkapkan bahwa total alokasi dana yang digelontorkan untuk pemenuhan hak pegawai ini mencapai Rp34,9 miliar.
Dari total tersebut, porsi terbesar dialokasikan untuk THR ASN dan PPPK yang mencapai Rp31,1 miliar dengan rincian sebagai berikut:
ASN (5.077 orang): Total anggaran Rp25,49 miliar.
PPPK (1.528 orang): Total anggaran Rp5,47 miliar.
Pimpinan & Anggota DPRD: Total anggaran Rp144,4 juta.
Kepala Daerah: Bupati dan Wakil Bupati Maros menerima total Rp11,3 juta.
”Total keseluruhan untuk THR saja mencapai Rp31.130.347.169. Semuanya mulai diproses hari ini,” ujar Andi Davied.
Pembayaran TPP Capai Rp3,8 Miliar
Selain tunjangan Hari Raya, Pemkab Maros juga mencairkan TPP bagi sekitar 2.000 ASN dengan total anggaran Rp3,8 miliar. Davied menjelaskan bahwa besaran TPP yang diterima setiap pegawai bersifat variatif.
”Besaran TPP disesuaikan dengan kelas jabatan serta beban kerja masing-masing pegawai,” tambahnya.
Pesan Bupati: Belanja di Maros untuk Ekonomi Lokal
Bupati Maros, Chaidir Syam, berharap pencairan ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga ASN dalam menyambut hari raya. Ia bersyukur Kabupaten Maros bisa merealisasikan pembayaran ini tepat waktu.
”Alhamdulillah, pembayaran THR sudah mulai berjalan hari ini. Semoga dapat dimanfaatkan dengan bijak untuk kebutuhan menjelang lebaran,” kata Chaidir.
Lebih lanjut, mantan Ketua DPRD Maros ini mengimbau kepada seluruh penerima THR, agar memprioritaskan membelanjakan uangnya di wilayah Kabupaten Maros sendiri.
Hal ini bertujuan agar perputaran uang tetap berada di daerah dan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat setempat. Pemkab Maros juga mengimbau para pegawai, agar membelanjakan uangnya di Maros. (*)
Comment