MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), melaporkan kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan tetap stabil dan tumbuh positif pada awal tahun 2026.
Meski dibayangi ketegangan geopolitik global, indikator utama perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan non-bank (IKNB) menunjukkan tren penguatan.
Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, menyatakan bahwa stabilitas ini menjadi fondasi kuat untuk memacu literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya memanfaatkan momentum Ramadan 2026 melalui berbagai program edukasi strategis.
Perbankan Syariah dan UMKM Jadi Motor Penggerak
Memasuki Januari 2026, total aset perbankan di Sulawesi Selatan tercatat mencapai Rp212,19 triliun, tumbuh sebesar 5,90% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pertumbuhan ini ditopang oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 7,83% menjadi Rp145,27 triliun.
”Penyaluran kredit juga tumbuh sehat sebesar 5,56% dengan nominal Rp173,03 triliun. Menariknya, kredit produktif mendominasi dengan pangsa 52,88%, yang menunjukkan geliat ekonomi riil di Sulsel terus berakselerasi,” jelas Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin.
Sektor perbankan syariah mencatatkan performa luar biasa dengan pertumbuhan aset mencapai 26,19% (yoy) menjadi Rp21,20 triliun.
Sementara itu, keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil terus terjaga, di mana kredit UMKM mencapai Rp61,58 triliun, dengan porsi terbesar diserap oleh sektor usaha mikro (57,30%).
Gairah investasi di Sulawesi Selatan juga menunjukkan tren positif. Hingga Desember 2025, jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) melonjak 31,23% menjadi 525.596 SID.
Portofolio saham menjadi instrumen paling favorit dengan pertumbuhan jumlah investor sebesar 40,46% dan total akumulasi transaksi mencapai Rp41,87 triliun.
Di sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), pertumbuhan signifikan terjadi pada sektor Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending sebesar 34,56% dan lembaga penjaminan yang tumbuh 36,64%.
Guna memastikan pertumbuhan ini dibarengi dengan pemahaman masyarakat, OJK Sulselbar meluncurkan program GERAK Syariah (Gerakan Nasional Literasi Keuangan Syariah) yang berlangsung hingga 17 Maret 2026.
”Kami juga menggerakkan 1.116 Duta OJK PEDULI untuk memberikan efek pengganda dalam mengedukasi masyarakat mengenai produk keuangan yang legal dan aman,” terang Kepala OJK Sulselbar, Muchlasin.
Hingga Februari 2026, OJK Sulselbar telah melayani 307 pengaduan dan permintaan informasi.
Serta memproses 2.813 layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) baik secara tatap muka maupun daring.
Harapan OJK Sulselbar, stabilitas yang terjaga ini dapat terus mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat Sulawesi Selatan di sepanjang tahun 2026. (*)
Comment