Sasar Santri Maros, OJK Sulselbar Perkuat Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAROS — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), terus tancap gas memperluas pemahaman keuangan berbasis syariah di kalangan generasi muda.

Langkah ini diwujudkan melalui edukasi keuangan syariah, yang digelar di Aula Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI), Kabupaten Maros, baru-baru ini.

​Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Keuangan Syariah (GERAK Syariah), sekaligus implementasi program Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS).

Sebanyak 300 peserta yang terdiri dari santriwati dan tenaga pendidik tampak antusias mendalami materi mengenai prinsip dasar, pengelolaan harta, hingga pengenalan produk perbankan syariah.

​Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemahaman keuangan syariah bukan sekadar soal angka, melainkan penerapan nilai-nilai spiritual dalam ekonomi.

​”Keuangan syariah mengajarkan kejujuran, keadilan, dan keberkahan. Mengelola harta dalam Islam adalah bentuk tanggung jawab dan kemanfaatan. Kami ingin santri tidak hanya cerdas finansial, tapi juga taat pada nilai syariah,” ujar Ketua OJK Sulselbar, Muchlasin.

​Hadir pula dalam acara tersebut Dewan Pembina SPIDI Female Boarding School, M. Safwan, serta Regional CEO PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Makassar, Sukma Dwie Priardi.

​Meski tren perbankan syariah terus tumbuh, tantangan besar masih membayangi.

Regional CEO BSI Makassar, Sukma Dwie Priardi, mengungkapkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap detail produk syariah masih perlu dipacu agar akses layanan (inklusi) bisa meningkat secara maksimal.

​”Industri perbankan syariah terus berproses di bawah pengawasan OJK dan Dewan Syariah Nasional. Jika literasi meningkat, inklusi akan mengikuti. Kami berharap layanan keuangan syariah bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat luas,” jelas Sukma.

​Melalui program GERAK Syariah, OJK Sulselbar berkomitmen untuk terus menyisir berbagai lapisan masyarakat, dengan fokus utama pada lembaga pendidikan dan pesantren.

Tujuannya jelas, membangun ekosistem keuangan nasional yang kuat dengan mencetak generasi muda yang berdaya secara ekonomi namun tetap berlandaskan prinsip syariah. Ini direspons positif OJK Sulselbar. (*)

Comment