MENITNEWS.COM, MOROWALI — Memasuki awal tahun 2026, PT Vale Indonesia Tbk (Vale), mencatatkan capaian signifikan dalam pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) di Morowali, Sulawesi Tengah.
Perusahaan melaporkan bahwa target produksi sebesar 2,2 juta ton bijih nikel saprolit telah berhasil tercapai.
Pencapaian ini menjadi sinyal kuat kesiapan operasional perusahaan, dalam mendukung penguatan industri nikel nasional.
Tidak hanya dari sisi produksi, infrastruktur fisik pada area pertambangan juga menunjukkan progres yang hampir rampung secara menyeluruh.
Konstruksi Tambang Fase Satu Capai 99%
Berdasarkan data terbaru perusahaan, pembangunan konstruksi tambang fase satu kini telah mencapai 99%.
Infrastruktur utama dikabarkan sudah berdiri lengkap, yang menjamin mobilisasi operasional berjalan efisien sesuai dengan standar global.
”Konstruksi tambang fase satu telah memberikan fondasi operasional yang aman dan terintegrasi,” terang Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum, melalui keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).

Akselerasi Proyek HPAL Sambalagi
Selain fokus pada pertambangan nikel saprolit, PT Vale Indonesia juga terus mendorong hilirisasi melalui pembangunan fasilitas pengolahan High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi.
Hingga saat ini, progres pembangunan pabrik HPAL tersebut telah menyentuh angka 27%.
Proyek HPAL ini merupakan bagian krusial dari rantai nilai hilirisasi nikel yang diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan material baterai kendaraan listrik di masa depan.
Komitmen Pada Lingkungan dan ESG
Sejalan dengan visi penambangan berkelanjutan, PT Vale Indonesia mengonfirmasi, bahwa fasilitas nursery (pembibitan) di area proyek telah aktif beroperasi.
Fasilitas ini berfungsi memproduksi bibit tanaman secara mandiri untuk mendukung kegiatan reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang secara konsisten.
Setiap tahapan proyek IGP Morowali telah memenuhi standar keselamatan kerja, yang ketat serta komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Langkah ini merupakan bagian dari misi perusahaan menuju masa depan industri pertambangan yang lebih hijau dan ramah lingkungan,” ujar Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum. (*)
Comment