MENITNEWS.COM, JAKARTA – Situasi di Timur Tengah semakin memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan peluncuran operasi rudal gabungan bersama milisi Hizbullah Lebanon ke wilayah Israel pada Kamis (12/3). Serangan terintegrasi ini menargetkan puluhan titik strategis, termasuk pangkalan militer Amerika Serikat di negara tetangga.
Operasi Gabungan dan Target Serangan
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui kantor berita Fars dan Tasnim, IRGC menyebut aksi ini sebagai “operasi gabungan dan terintegrasi”. Serangan dilakukan dengan mengombinasikan peluncuran rudal dari wilayah Iran serta serangan rudal dan drone (pesawat nirawak) oleh Hizbullah dari arah Lebanon.
Sedikitnya 50 sasaran diklaim telah menjadi target, termasuk fasilitas militer utama di kota-kota besar Israel seperti:
-
Haifa
-
Tel Aviv
-
Beersheba
Tak hanya menyasar Israel, IRGC juga mengaku menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Al-Kharj (Arab Saudi) dan Al-Azraq (Yordania) sebagai bentuk serangan balasan atas ketegangan yang meningkat sejak 28 Februari lalu.
Kondisi Lapangan dan Dampak Kerusakan
Meski serangan dilaporkan berskala besar, laporan mengenai kerusakan fisik masih tergolong minim. Layanan darurat Israel, Magen David Adom, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa akibat serangan tersebut. Petugas medis hanya menangani beberapa warga yang mengalami luka ringan akibat terjatuh saat bergegas menuju bunker perlindungan.
Di sisi lain, respons dari negara tetangga menunjukkan hasil yang berbeda:
-
Arab Saudi: Mengeluarkan peringatan serangan udara, namun melaporkan tidak ada kerusakan material.
-
Yordania: Secara tegas menyatakan bahwa tidak ada serangan udara yang jatuh atau melintasi wilayahnya sejauh ini.
Respons Militer Israel (IDF)
Pihak militer Israel (Israel Defense Forces/IDF) segera mengaktifkan sistem pertahanan udara begitu mendeteksi pergerakan rudal dari arah Iran. Melalui kanal Telegram resminya, IDF meminta warga untuk tetap waspada dan segera berlindung.
“Sistem pertahanan sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut,” tulis pernyataan IDF.
Tak lama setelah gelombang serangan pertama terdeteksi, koresponden AFP di Yerusalem melaporkan terdengarnya serangkaian ledakan keras. Israel segera mengumumkan bahwa mereka sedang melancarkan “gelombang serangan balasan berskala luas” yang menargetkan langsung ibu kota Iran, Teheran.
Status Terkini
Hingga berita ini diturunkan, militer Israel telah mengizinkan warga untuk meninggalkan tempat perlindungan darurat, menandakan ancaman rudal langsung telah mereda. Namun, situasi di kawasan tetap siaga tinggi mengingat Israel telah memulai operasi serangan balasan ke wilayah Iran. (*)
Comment