Suhardi Duka Kritik Karakter Pemuda Kalah Sebelum Bertarung, Dorong Kader IKA PMII Masuk Sektor Usaha

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAMUJU — Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), memberikan sentilan keras terhadap mentalitas generasi muda saat ini.

Gubernur Sulbar ini mengingatkan agar para pemuda, tidak menjadi generasi yang “kalah sebelum bertarung” dalam menghadapi ketatnya persaingan global.

​Pernyataan tersebut disampaikan SDK dalam dialog bertajuk Munajat Cinta Ramadan IKA PMII yang mengusung tema “Meneguhkan Peran Alumni PMII dalam Menjaga Nilai Ahlussunnah Waljamaah di Tengah Dinamika Zaman.”

Acara yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Mamuju, Rabu (11/3/2026).

​Dalam arahannya di depan ratusan alumni dan kader PMII, Suhardi Duka, menyoroti adanya krisis kepercayaan diri pada sebagian anak muda. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar gelar akademik, melainkan ketangguhan mental.

​”Ada karakter anak muda yang belum berperang sudah kalah. Belum masuk di sistem, belum masuk lapangan sudah kalah. Karakter ini yang perlu kita ubah,” tegas mantan Anggota DPR RI itu.

​Suhardi Duka menambahkan bahwa, meskipun sistem pendidikan terkadang tidak selaras (link and match) dengan kebutuhan industri, individu dengan karakter kuat tetap akan mampu bertahan di berbagai lini.

​”Walaupun pendidikannya tidak link, tapi jika punya karakter kuat, dia bisa masuk di arena pertarungan manapun, baik politik maupun usaha,” imbuhnya.

​Era Birokrasi Tertutup, Digitalisasi Jadi Tantangan

​Suhardi Duka memberikan proyeksi realistis mengenai lapangan kerja di masa depan. Ia memprediksi rekrutmen pegawai di sektor birokrasi akan semakin terbatas, bahkan nyaris tertutup dalam 5 hingga 10 tahun ke depan.

​Hal ini dipicu oleh digitalisasi sistem kerja yang menuntut efisiensi tinggi. “Semua sudah menggunakan aplikasi dan teknologi. Pekerjaan birokrasi semakin efektif, sehingga kebutuhan personel akan berkurang,” jelasnya.

​Sebagai solusi, SDK mengajak para kader IKA PMII untuk mulai melirik dunia usaha dan politik sebagai medan pengabdian yang lebih terbuka. Ia menekankan bahwa keberanian mengambil risiko adalah kunci utama di sektor swasta.

​”Dunia usaha itu mudah asalkan kita mampu menciptakan peluang dan siap bersaing. Peluang 10 tahun ke depan itu ada di usaha dan politik, bukan lagi di birokrasi,” pungkas Suhardi Duka, sembari membagikan kisah sukses rekannya yang memulai usaha tanpa modal namun berhasil karena kekuatan karakter. (*)

Comment