MENITNEWS.COM, JATINANGOR – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menghadiri kuliah umum bertajuk “Kepemimpinan Strategis dalam Menghadapi Dinamika Politik dan Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045” di Gedung Balairung Jenderal Rudini, IPDN Kampus Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan penganugerahan gelar Kartika Astha Brata Utama serta penghargaan Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan kepada sejumlah tokoh.
Kehadiran Junda Maulana merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel, sejalan dengan misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, untuk menghadirkan pelayanan dasar yang berkualitas.
Memperkuat Fondasi Kepamongprajaan
Dalam kuliah umum yang diikuti oleh praja IPDN dan sivitas akademika tersebut, dibahas materi krusial mengenai kepemimpinan pemerintahan, integritas aparatur, hingga tantangan birokrasi di era modern.
Junda Maulana memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, forum ini sangat strategis untuk menanamkan nilai-nilai kepamongprajaan bagi para calon pemimpin maupun aparatur yang tengah bertugas di daerah.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan praja IPDN dan alumni memiliki komitmen kuat untuk terus berinovasi, menjunjung tinggi etika, serta menjaga integritas dalam mendukung pembangunan, baik di daerah maupun nasional,” ujar Junda.
Sinergi Membangun Bangsa
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya:
-
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya;
-
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan Arif Fakrulloh;
-
Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Cheka Virgowansyah; serta
-
Pimpinan IPDN dan jajaran pejabat pemerintah pusat maupun daerah lainnya.
Kehadiran Sekda Sulbar diharapkan mampu mempererat sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga pendidikan kepamongprajaan. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam mencetak aparatur yang profesional, berintegritas, dan tangkas dalam menjawab tantangan pembangunan di masa depan. (*)
Comment