MENITNEWS.COM, MAMUJU — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, mengajak seluruh alumni Himpunan Pelajar Mahasiswa Majene (Hipermaju) untuk tetap solid dan bersatu dalam membangun daerah.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan maupun afiliasi politik, tidak boleh merusak esensi persaudaraan di dalam organisasi.
Pesan tersebut disampaikan Suhardi Duka dalam agenda buka puasa bersama dan salat tarawih berjamaah yang dihadiri lintas generasi alumni Hipermaju di Mamuju, Senin (16/3/2026).
”Silakan berbeda pendapat, berbeda partai, atau berbeda warna. Namun, ketika berada di wadah Hipermaju, kita harus satu visi tentang bagaimana memajukan daerah ini,” tegas Suhardi Duka di hadapan para tokoh alumni.
Kenang Perjuangan Kuliah yang Keras
Dalam suasana penuh keakraban, pria yang akrab disapa SDK ini sempat bernostalgia mengenai kerasnya perjuangan menempuh pendidikan di Kota Makassar pada masa lampau.
Menurutnya, tantangan mahasiswa era 80-an jauh lebih berat, terutama dengan adanya sistem ujian negara yang sangat ketat bagi mahasiswa swasta.
”Dulu, dari enam mata kuliah yang diujikan, terkadang hanya satu yang lulus. Bisa selesai kuliah dalam waktu lima hingga tujuh tahun itu sudah pencapaian luar biasa,” kenangnya.
Ia juga menceritakan bagaimana ekspektasi sosial saat itu sangat tinggi terhadap gelar sarjana.
Pada masanya, kata Suhardi Duka, keberhasilan seorang anak seringkali hanya diukur dari kemampuannya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Dari Asrama Mahasiswa Menuju Kursi Gubernur
Gubernur Suhardi Duka turut membagikan perjalanan hidup pribadinya yang penuh liku.
Ia mengungkapkan pernah tinggal di asrama mahasiswa selama satu setengah tahun.
Suhardi Duka juga mengaku, menjalani awal kehidupan rumah tangga saat masih berstatus mahasiswa semester tiga pada tahun 1983.
Ia mengaku tidak pernah menyangka garis tangan akan membawanya menduduki berbagai jabatan strategis.
Mulai dari Bupati, Anggota DPR RI, hingga kini menjabat sebagai Gubernur Sulbar.
”Tidak ada yang mengira perjalanan hidup akan sampai di titik ini. Kuncinya, saya tidak pernah setengah-setengah. Bidang apa pun yang saya tekuni, saya pelajari dan pahami betul secara mendalam,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Suhardi mengapresiasi kontribusi besar Hipermaju, dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang kini mengisi berbagai posisi krusial di pemerintahan, mulai dari kepala daerah hingga legislatif.
Ia menekankan bahwa meski persaingan politik seringkali mewarnai perjalanan para alumni, menjaga silaturahmi adalah harga mati.
“Beda pendapat itu biasa, tapi persahabatan harus tetap terjaga karena alumni Hipermaju telah memberi warna bagi pembangunan di Sulawesi Barat,” pungkas Suhardi Duka. (*)
Comment