Tutup Safari Ramadan di Pulau Barrang Lompo, Wali Kota Makassar Targetkan Listrik 24 Jam

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi menutup rangkaian agenda Safari Ramadan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tahun 1447 H di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Rabu (18/3/2026) malam.

​Dalam kunjungan di malam ke-29 Ramadan tersebut, Munafri membawa kabar gembira terkait peningkatan infrastruktur dasar dan aksesibilitas bagi warga kepulauan.

Salah satu poin utamanya adalah komitmen pemenuhan kebutuhan listrik secara penuh.

​”In Syaa Allah, paling lambat tahun depan listrik di Pulau Barrang Lompo sudah bisa menyala 24 jam. Ini prioritas kami karena keterbatasan listrik saat ini sangat menghambat aktivitas ekonomi dan harian masyarakat,” tegas Munafri, di hadapan warga usai melaksanakan Salat Tarawih berjemaah.

Inovasi Transportasi “Pete-pete Pulau” Gratis

​Selain sektor energi, sektor transportasi antarpulau juga menjadi perhatian serius.

Munafri memaparkan rencana peluncuran program “Pete-pete Pulau”, sebuah layanan kapal gratis dari Dinas Perhubungan yang akan beroperasi setiap hari.

​”Program ini bertujuan memudahkan mobilitas warga antarpulau tanpa harus terbebani biaya transportasi. Kami ingin masyarakat kepulauan merasakan kehadiran pemerintah secara nyata,” jelasnya.

​Guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah terluar, Wali Kota Makassar juga telah menyiapkan skema insentif tambahan bagi tenaga kesehatan (nakes) dan guru yang bertugas di pulau.

Besaran insentif akan dikategorikan berdasarkan jarak tempuh dan kesulitan geografis wilayah tugas.

​Pada kesempatan yang sama, Wali Kota yang didampingi sejumlah Kepala Dinas juga menyerahkan bantuan secara simbolis, di antaranya:

​Bantuan Pangan: Penyaluran stok pangan periode Februari dan Maret hasil kerja sama dengan Bulog.

​Bingkisan Lebaran: Paket bantuan untuk marbot masjid dan masyarakat prasejahtera melalui kolaborasi dengan Baznas Makassar.

​Safari Ramadan tahun ini menyentuh seluruh Kecamatan di Kota Makassar, termasuk wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis unik.

Munafri menekankan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah menyerap aspirasi langsung dari akar rumput.

​”Kami ingin ada kedekatan dan kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat. Dengan begitu, setiap persoalan di lapangan bisa kita respons secara cepat dan tepat,” pungkasnya.

​Turut hadir dalam rombongan medampingi Wali Kota Makassar tersebut Plh Sekretaris Daerah, jajaran Asisten, serta para Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kota Makassar. (*)

Comment