MENITNEWS.COM, TAKALAR — Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah bersama ribuan warga di Masjid Agung Takalar, Sabtu (21/3/2026).
Dalam momentum kemenangan tersebut, Daeng Manye mengungkapkan sejumlah capaian strategis, termasuk pertumbuhan ekonomi daerah yang mencatatkan rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Bupati menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum untuk memperkuat etos kerja dan kepedulian sosial demi pembangunan daerah yang lebih inklusif.
Capaian Strategis: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Tekan
Dalam sambutannya, Bupati memaparkan data konkret keberhasilan pembangunan Kabupaten Takalar sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. Sektor ekonomi menunjukkan tren positif yang signifikan:
Pertumbuhan Ekonomi: Mencapai angka tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Penurunan Kemiskinan: Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 7,75% menjadi 7,27%.
Pengangguran: Tingkat pengangguran terbuka turun dari 3,84% ke 3,76%.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Meningkat dari 72,06 menjadi 72,79.
”Pencapaian ini adalah buah dari sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Kita melihat angka harapan hidup kita juga naik menjadi 74,08 tahun, yang menandakan kualitas hidup masyarakat Takalar semakin membaik,” ujar Daeng Manye.

Akselerasi Digital dan Infrastruktur
Bupati Takalar, Daeng Manye, kini tengah memacu transformasi digital. Salah satu terobosan utamanya adalah implementasi Sekolah Digital yang telah berjalan di 10 sekolah dan ditargetkan menyentuh 50 sekolah dalam waktu dekat.
Selain itu, pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) berbasis digital, dan perluasan akses layanan hingga ke wilayah Kepulauan Tanakeke menjadi prioritas untuk mempermudah urusan administrasi warga.
Di sisi infrastruktur fisik, pemerintah telah menuntaskan perbaikan jalan sepanjang 22 kilometer serta rehabilitasi jembatan strategis guna memperlancar arus logistik dan mobilitas warga.
Pemberdayaan UMKM dan Kesejahteraan Guru Mengaji
Sektor ekonomi kerakyatan juga menjadi sorotan. Hingga saat ini, Kabupaten Takalar telah membentuk hampir 50 Koperasi Desa/Kelurahan dan memberdayakan 2.249 UMKM melalui program literasi usaha.
”Kami tidak hanya membangun fisik, tapi juga mental dan spiritual. Kesejahteraan 508 guru mengaji tetap menjadi perhatian kami sebagai pilar pembentuk karakter generasi muda,” tutur Bupati.
Atas kerja keras ini, Kabupaten Takalar mendapat apresiasi khusus dari Bank Indonesia, sebagai daerah dengan penguatan ekonomi dan pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbaik di Sulawesi Selatan.
Menutup sambutannya, Daeng Manye mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan pasca-Ramadan.
Ia menekankan bahwa tantangan masa depan hanya bisa dihadapi dengan persatuan.
”Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Mari kita hadirkan kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat untuk mewujudkan Takalar yang lebih maju dan berdaya saing,” pungkas Daeng Manye. (*)
Comment