Sikapi Perbedaan Idulfitri, Sekda Sulbar: Fokus Pada Persamaan dan Nilai Fitrah

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAMUJU — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Sekda Sulbar), Junda Maulana, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menyikapi perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri, dengan mengedepankan sikap toleransi.

Menurutnya, keragaman waktu pelaksanaan hari besar keagamaan bukanlah alasan untuk terpecah belah.

​Junda menegaskan bahwa perbedaan antara ketetapan Pemerintah dan organisasi keagamaan.

Seperti Muhammadiyah, adalah hal lumrah yang didasari pada keyakinan serta metode pemahaman masing-masing.

​”Kita tidak bisa menyalahkan satu sama lain. Ini adalah dinamika yang lahir dari pemahaman dan berkaitan erat dengan masalah keimanan. Hal tersebut harus kita hormati bersama,” ujar Junda Maulana di Mamuju, Minggu (22/3/2026).

​Menemukan Titik Temu Dalam Kebersamaan

​Bagi Pemerintah Provinsi Sulbar, lanjut Sekda Sulbar, esensi dari Idulfitri tidak terletak pada penanggalannya, melainkan pada transformasi spiritual setiap individu.

Sekda Sulbar, Junda menekankan bahwa Pemprov Sulbar, memandang pelaksanaan salat Id oleh kelompok mana pun memiliki nilai kemuliaan yang setara.

​”Kita tidak mencari perbedaannya, tetapi mencari persamaannya. Intinya adalah kita semua kini telah kembali kepada fitrah,” jelasnya.

​Lebih dari sekadar perayaan, Junda mengajak momentum hari kemenangan ini dijadikan sebagai batu loncatan untuk mempererat persatuan.

Ia berharap energi positif dari Idulfitri dapat dikonversi menjadi semangat pembangunan, baik untuk skala nasional maupun lokal di Provinsi Sulawesi Barat.

​”Terlahir fitrah artinya kita punya semangat baru untuk membangun Indonesia pada umumnya, dan Sulawesi Barat pada khususnya,” tuturnya.

​Menutup keterangannya, Sekda Sulbar berharap harmoni yang telah terjaga selama ini tetap menjadi kekuatan utama masyarakat, dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan. (*)

Comment