Timur Tengah Membara! Trump Ultimatum Iran 48 Jam, Hujan Rudal Landa Kawasan

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​IRAN — Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik kritis, setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

Ancaman ini muncul di tengah serangkaian serangan rudal dan drone besar-besaran yang mengguncang Israel, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (22/3/2026).

​Melalui platform Truth Social, Presiden Trump menegaskan bahwa militer AS tidak akan ragu menghancurkan infrastruktur energi Iran, jika jalur pelayaran strategis tersebut tetap diblokade.

​”Jika Iran tidak sepenuhnya membuka Selat Hormuz tanpa ancaman dalam waktu 48 jam, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar,” tulis Trump.

​Hujan Rudal dan Serangan Balasan di Teheran

​Menanggapi tekanan tersebut, militer Israel (IDF) melaporkan telah meluncurkan gelombang serangan udara ke jantung kota Teheran pada Minggu pagi.

Serangan ini merupakan balasan atas hantaman rudal Iran di dua kota selatan Israel, yakni Arad dan Dimona, yang melukai sedikitnya 117 orang.

​Stasiun televisi pemerintah Iran menyatakan bahwa serangan ke Dimona—lokasi fasilitas nuklir Israel—adalah balasan atas sabotase sebelumnya terhadap situs nuklir Natanz milik Iran.

​Konflik Meluas ke Negara Teluk

​Ketegangan tidak hanya terbatas pada poros AS-Israel dan Iran, namun kini merembet ke negara-negara tetangga.

​Arab Saudi & UEA: Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi intersepsi tiga rudal balistik di langit Riyadh.

Sementara itu, UEA melaporkan serangan drone Iran yang diduga terkait perselisihan klaim atas Pulau Abu Musa dan Greater Tunb.

​Irak: Pangkalan militer dekat Bandara Internasional Baghdad yang berafiliasi dengan aset AS kembali menjadi sasaran serangan drone menurut laporan kantor berita IRNA.

​Qatar: Sebuah helikopter militer Qatar dilaporkan jatuh di perairan Teluk akibat kerusakan teknis.

Meski belum terbukti terkait langsung dengan konflik, insiden ini menambah suasana mencekam di kawasan tersebut.

​Dampak Kemanusiaan dan Peringatan Global

​Layanan medis Israel, Magen David Adom, melaporkan kondisi kritis di kota Arad dengan 10 orang luka serius dari total 84 korban luka.

Di Yerusalem, sirene serangan udara terus meraung, memaksa warga sipil berlindung di bunker bawah tanah.

​Pihak Teheran melalui pernyataan militernya, bersumpah akan melancarkan balasan total terhadap seluruh infrastruktur energi dan teknologi informasi

Termasuk fasilitas desalinasi air milik AS dan sekutunya, jika Washington merealisasikan ancaman pengebomannya.

​Dunia kini menanti berakhirnya tenggat waktu 48 jam yang diberikan Trump, yang diprediksi akan menjadi penentu apakah konflik Timur Tengah ini akan berujung pada perang terbuka berskala besar atau deeskalasi melalui jalur diplomatik. (*)

Comment