MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS), secara resmi meluncurkan Program Sekolah Unggulan dalam rangkaian Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI. Acara peluncuran ini berlangsung khidmat di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026).
Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, memimpin langsung peluncuran tersebut yang ditandai dengan penyerahan sertifikat lahan dari warga KKSS.
Lahan-lahan tersebut dihibahkan sebagai wujud gerakan nasional, untuk membangun institusi pendidikan berkualitas di berbagai penjuru Indonesia.
National Leader Project Sekolah Unggulan KKSS, Muhammad Ramli Rahim, menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif gotong royong warga KKSS.
Syarat utama pembangunan sekolah ini adalah pelepasan hak atas lahan dari warga kepada Yayasan Sekolah Unggulan KKSS.
“Kami mempersyaratkan lahan harus diserahkan secara resmi ke yayasan agar sekolah tersebut menjadi milik bersama seluruh warga KKSS,” ujar Ramli Rahim.
Hingga saat ini, enam lokasi pembangunan sekolah sudah dipastikan setelah penyerahan sertifikat dari beberapa daerah, antara lain: Pekanbaru (Riau), Sesayap Hilir (Kalimantan Utara), Luwu Banggai (Sulawesi Tengah, Sinjai (Sulawesi Selatan), Jeneponto (Sulawesi Selatan), dan Bone (Sulawesi Selatan – Sudah rampung).
Selain itu, satu lokasi di Kabupaten Gowa saat ini masih dalam proses administrasi, sehingga total akan ada tujuh lokasi awal pembangunan.
Keunggulan Kurikulum: Lokal dan Global
Sekolah Unggulan KKSS, mengusung konsep pendidikan yang memadukan nilai lokal dan wawasan global.
Salah satu keunggulan utamanya Sekolah KKSS adalah penerapan pembelajaran multibahasa. Siswa akan diajarkan lima bahasa sekaligus, yakni Bahasa Indonesia, Inggris, Arab, Mandarin, serta muatan lokal Bahasa Bugis Makassar.
“Target kami adalah memaksimalkan potensi siswa agar mampu lulus di perguruan tinggi negeri terbaik,” tutur Ramli.
Sekolah pertama yang telah rampung berlokasi di Kabupaten Bone dengan akreditasi A.
Sekolah tersebut memiliki fasilitas lengkap, mulai dari laboratorium hingga komputer, dengan kapasitas awal 108 siswa.
Ramli menjelaskan ada tiga jalur penerimaan siswa yang dibuka:
Jalur Diaspora Kurang Mampu: Diperuntukkan bagi warga Sulsel di seluruh Indonesia yang membutuhkan bantuan pendidikan.
Jalur Berbayar: Jalur reguler dengan sistem SPP dan uang pangkal.
Jalur Warga Sekitar: Sebagai bentuk kontribusi sosial bagi masyarakat di sekitar lokasi sekolah.
Antusiasme terhadap program ini terus meningkat. Sejumlah daerah lain seperti Maluku, Maluku Utara, Samarinda, Kalimantan Barat, hingga Jambi juga telah menyatakan minat untuk menghadirkan Sekolah Unggulan KKSS di wilayah mereka. (*)
Comment