MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) semakin mempertegas posisinya dalam kancah internasional.
Melalui pertemuan strategis dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, H.E. Peter M. Haymond, Unhas resmi memperkuat kolaborasi di bidang kesehatan global dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung di Stanford US-Unhas Center, Kampus Tamalanrea, Makassar, Sabtu (28/3/2026).
Fokus utamanya adalah membangun sistem kesehatan masyarakat yang adaptif, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman penyakit menular di masa depan.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc (Prof JJ) mengungkapkan bahwa, isu planetary health akan menjadi pilar utama dalam kerja sama ini.
Konsep ini mengintegrasikan kesehatan manusia dengan kelestarian lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
”Unhas berkomitmen menjadi penghubung kebijakan dan riset, terutama dalam memperkuat kontribusi Indonesia Timur bagi agenda kesehatan dunia,” ujar Prof. JJ.
Lebih lanjut, Prof. JJ menekankan pentingnya memecah sentralisasi riset. yang selama ini cenderung berfokus di Pulau Jawa.
Menurutnya, kolaborasi internasional Unhas adalah kunci agar ekosistem akademik di wilayah timur Indonesia dapat bersaing secara global.

Duta Besar Peter M. Haymond. menyambut positif inisiatif tersebut.
Ia menilai Unhas memiliki kapasitas besar untuk memimpin jaringan Universitas lain di Indonesia, dalam pengembangan riset akademik.
”Kami melihat peluang besar bagi Unhas untuk menjadi rujukan riset di kawasan ini. Dukungan kami akan diarahkan pada program yang berorientasi hasil dan berdampak jangka panjang,” kata Dubes Haymond.
Salah satu poin krusial dalam kemitraan ini adalah keberlanjutan kerja sama dengan U.S. Centers for Disease Control and Prevention (US CDC).
Melalui Field Epidemiology Training Program (FETP), kedua pihak sepakat untuk terus mencetak tenaga epidemiolog kompeten guna memperkuat respons kesehatan nasional.
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup:
Pengembangan Skema Hibah: Mendorong kemitraan riset antara institusi di Amerika Serikat dengan perguruan tinggi di Indonesia.
Konektivitas Global: Meningkatkan kualitas pendidikan melalui jejaring internasional yang lebih luas.
Peningkatan Kapasitas Institusi: Memastikan keberlanjutan program dalam menghadapi tantangan kesehatan nasional maupun global.
Dengan langkah ini, Unhas tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam menjaga stabilitas kesehatan masyarakat di level internasional. (*)
Comment