MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel), resmi mengaktifkan kembali rute penerbangan Makassar–Selayar melalui program subsidi angkutan udara.
Langkah ini diambil untuk memulihkan konektivitas wilayah yang sempat terhenti, akibat tingginya harga tiket pesawat dan rendahnya angka keterisian penumpang.
Bekerja sama dengan maskapai Fly Jaya Air, rute ini kini melayani penerbangan tiga kali seminggu secara pulang-pergi (PP).
Program subsidi ini tidak hanya bertujuan memudahkan mobilitas warga, tetapi juga menjadi motor penggerak sektor pariwisata dan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Pangkas Harga Tiket Hingga 50 Persen
Kebijakan subsidi ini memberikan dampak signifikan pada tarif penerbangan.
Berdasarkan testimoni pengguna jasa, harga tiket yang sebelumnya melambung di kisaran Rp700.000 hingga Rp1.000.000, kini turun drastis menjadi Rp300.000 hingga Rp400.000 per perjalanan.
”Sangat membantu masyarakat, baik untuk urusan wisata maupun pekerjaan. Dulu tiket cukup mahal, sekarang jauh lebih terjangkau,” ujar Ahmad Hidayah, salah satu penumpang reguler rute tersebut, Minggu (29/3/2026).
Senada dengan hal tersebut, drg. Lilies Anggarwati Astuti, seorang penumpang yang memboyong keluarganya mudik ke Selayar.

Ia mengaku hanya menghabiskan sekitar Rp2 juta untuk lima orang anggota keluarga.
Dorong Potensi Wisata “The Second Bali”
Akses udara yang lebih murah, diyakini akan mendongkrak popularitas destinasi wisata di Selayar, seperti Pantai Pinang yang dikenal dengan keindahan snorkeling dan diving-nya.
”Banyak wisatawan asing di sana. Jika fasilitas dilengkapi dan akses jalan diperbaiki, saya yakin Selayar bisa menjadi destinasi unggulan kedua setelah Bali,” ungkap Lilies optimis.
Station Representative Fly Jaya Air wilayah Makassar, Syarir, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah strategis Pemprov Sulsel.
Menurutnya, dukungan pemerintah sangat krusial dalam menjaga keberlangsungan rute-rute perintis di Sulawesi.
”Kami berterima kasih kepada Pemprov Sulsel yang mendukung program prioritas ini, khususnya untuk rute Makassar ke Selayar, Bone, Kendari, hingga Balikpapan,” kata Syarir.
Diharapkan, seiring meningkatnya okupansi penumpang, frekuensi penerbangan dapat ditambah di masa mendatang.
Selain itu, integrasi transportasi dari Bandara H. Aroeppala menuju pusat Kota Benteng juga menjadi aspirasi masyarakat agar konektivitas semakin sempurna. Terima kasih Pemprov Sulsel! (*)
Comment