Proyek Jalan Hertasning Rampung Diaspal, Ruas Aroepala Segera Menyusul Dengan Aspal Beton

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel), terus memacu penguatan infrastruktur jalan di Kota Makassar. Saat ini, ruas Jalan Hertasning telah rampung dalam tahap pengaspalan, sementara pengerjaan ruas Jalan Aroepala akan segera menyusul dengan kombinasi aspal dan beton (rigid pavement).

​Kedua ruas vital ini merupakan bagian dari Paket 1 skema Multi Years Contract (MYC) Tahun Anggaran 2025–2027. Di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wagub Fatmawati Rusdi, Pemprov Sulsel mengalokasikan total anggaran Rp2,5 triliun untuk infrastruktur jalan periode 2025–2027.

​Kepala Seksi Preservasi Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, ZN Ahmad Wildani, mengungkapkan bahwa penanganan fokus pada titik-titik dengan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) yang tinggi.

​”Untuk Jalan Hertasning sepanjang 1,8 kilometer, mulai dari pertigaan AP Pettarani hingga eks Kantor Dinas Pendidikan, pengaspalannya sudah selesai. Fokus saat ini adalah perbaikan pedestrian dan pembersihan saluran air,” ujar Wildani, Minggu (29/3/2026).

​Berbeda dengan Hertasning, ruas Jalan Aroepala sepanjang 1,8 kilometer menuju perbatasan Kabupaten Gowa, akan mendapatkan perlakuan khusus.

Mengingat beban kendaraan yang besar, Pemprov akan menerapkan dua metode yakni pengaspalan dan beton.

​Wildani menjelaskan, pengerjaan badan jalan di Jalan Hertasning dan Aroepala memang belum dimulai karena pihaknya memprioritaskan drainase terlebih dahulu.

​”Kita menunggu pengerjaan saluran menggunakan U-Ditch beton, yang saat ini sedang tahap pabrikasi. Pembangunan saluran ini sangat penting untuk memastikan aliran air lancar saat hujan, dan meminimalisir potensi kemacetan selama konstruksi jalan Hertasning berlangsung,” tuturnya.

​Paket 1 MYC sendiri memiliki nilai kontrak fantastis sebesar Rp430 miliar.

Proyek ini mencakup penanganan 13 ruas jalan yang tersebar di empat wilayah, yakni Makassar, Gowa, Sinjai, dan Bulukumba dengan total panjang mencapai 300,24 kilometer.

​Di Kabupaten Gowa, proyek menyasar jalur strategis seperti Jalan Tun Abdul Razak hingga poros Sungguminasa–Malino.

Sementara di Sinjai dan Bulukumba, pengerjaan difokuskan pada jalur-jalur penghubung antar-kabupaten untuk memperlancar mobilitas logistik.

​Pemprov Sulsel berharap masyarakat dapat bersabar selama proses pengerjaan berlangsung di lapangan.

“Bapak Gubernur memfokuskan Jalan Hertasning ini, karena pengaruhnya yang besar terhadap konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tutup Wildani. (*)

Comment