MENITNEWS.COM, JAKARTA — Rencana Pemerintah untuk menggelontorkan insentif bagi industri galangan kapal, disambut positif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kebijakan ini dinilai bukan hanya memperkuat sektor manufaktur maritim, tetapi juga membuka peluang ekspansi besar bagi industri asuransi nasional.
Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa peningkatan aktivitas pembangunan dan perawatan kapal akan menciptakan efek domino pada ekosistem maritim.
”Peningkatan aktivitas pembangunan maupun perawatan kapal dapat membuka peluang bagi pengembangan berbagai produk asuransi yang terkait dengan sektor tersebut,” ujar Ogi dalam keterangannya, Senin (31/3/2026).
OJK memetakan beberapa lini asuransi yang akan mencatatkan pertumbuhan signifikan seiring mengalirnya insentif tersebut, di antaranya:
Marine Hull: Perlindungan bagi rangka kapal dan mesin.
Marine Cargo: Proteksi pengangkutan barang melalui jalur laut.
Asuransi Konstruksi: Perlindungan selama proses pembangunan dan operasional kapal.
Ogi menegaskan bahwa, peran industri asuransi sangat krusial sebagai pengelola risiko guna menjaga keberlanjutan usaha di sektor maritim yang memiliki profil risiko tinggi.
Dukung Target 5.000 Kampung Nelayan
Selain sektor galangan kapal, OJK juga menyoroti peluang dari program strategis pemerintah: pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang ditargetkan rampung pada 2029 mendatang.
Program ini dipandang sebagai ceruk pasar baru bagi asuransi mikro, dan perlindungan sosial ekonomi bagi nelayan.
Ogi menyebutkan bahwa industri asuransi siap menyediakan solusi perlindungan yang dapat meningkatkan ketahanan ekonomi para pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan.
”Pada prinsipnya, industri asuransi siap mendukung berbagai program pembangunan pemerintah dengan menyediakan solusi perlindungan risiko bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara kebijakan fiskal dan perlindungan risiko asuransi, OJK menyatakan Indonesia diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi berbasis maritim yang lebih tangguh dan berkelanjutan. (*)
Comment