PSBM XXVI 2026 Cetak Kolaborasi Strategis, Dari Hilirisasi Kopi Hingga Solusi Sampah

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Perhelatan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI 2026, resmi melahirkan sejumlah kesepakatan bisnis konkret.

Bertempat di Hotel Claro Makassar, Rabu-Jumat, 25-27 Maret 2026 lalu, ajang tahunan ini tidak sekadar menjadi ruang silaturahmi.

Tetapi bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi, melalui penandatanganan berbagai Nota Kesepahaman (MoU) lintas sektor.

​Salah satu poin krusial yang dicapai adalah penguatan ekosistem industri kopi Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ini melibatkan Kelompok Tani Hutan Lajoanging Coffee, raksasa industri PT Sulotco Jaya Abadi, dan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Politani Pangkep).

​Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, turut menyaksikan langsung prosesi yang diproyeksikan bakal mendongkrak standar kualitas kopi lokal menuju pasar global tersebut.

​”Kerja sama ini adalah langkah strategis bagi kami untuk memastikan hasil tani memiliki standar industri dan akses pasar yang lebih luas,” ujar Baharuddin, Ketua Kelompok Tani Lajoanging Coffee.

​Peran akademisi menjadi kunci dalam MoU di PSBM XXVI 2026 ini. Politani Pangkep berkomitmen memberikan pendampingan teknis dan inovasi SDM.

Sementara PT Sulotco Jaya Abadi bertindak sebagai penyerap hasil produksi (off-taker) dengan standar kualitas tinggi.

​Selain sektor perkebunan, PSBM XXVI 2026 juga memfasilitasi kerja sama pengelolaan barang dan jasa yang melibatkan PT Firmansyah Khatulistiwa Group, dan PT Sulsel Andalan Energi.

​Sinergi ini bertujuan menciptakan efisiensi sumber daya, serta membuka keran investasi baru di Sulawesi Selatan agar mampu bersaing di level nasional.

​Inovasi Lingkungan: Ekspansi Pabrik Pengolahan Sampah

​Momentum PSBM XXVI 2026 kali ini juga membawa kabar baik bagi isu lingkungan.

Saudagar asal Jakarta, Jusman Sikki, melalui PT Mario Mikron Metalindo, sukses mengamankan pesanan pembangunan pabrik pengolahan sampah dari sejumlah pemerintah kabupaten dan kota.

​”Kita harus berkolaborasi. Kehadiran kami di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, bertujuan untuk menjalin kerja sama antara saudagar dan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah secara modern,” tegas Jusman Sikki.

​Rangkaian kerja sama yang lahir dari PSBM XXVI 2026 ini membuktikan bahwa sinergi antara Petani, Pelaku Usaha, dan Pemerintah Pusat maupun daerah merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan kompetitif. (*)

Comment