Arus Balik Lebaran 2026, Pelindo Regional 4 Makassar dan Kemenhub Perketat Pengawasan Daring

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Memasuki puncak arus balik Idulfitri 1447 H, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), menggelar pemantauan operasional secara daring pada Senin (30/3/2026).

Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan ribuan penumpang yang memadati Pelabuhan Makassar.

​Pemantauan virtual ini melibatkan sinergi lintas instansi, antara lain Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas Utama Makassar, Pelindo Regional 4, serta PT Pelni (Persero) Cabang Makassar.

Fokus utama koordinasi ini adalah memastikan fasilitas di Terminal Penumpang Anging Mamiri mampu melayani lonjakan pemudik dengan optimal.

​Data Pergerakan Penumpang: Menembus 79 Ribu Orang

​Berdasarkan laporan dari Posko Angkutan Laut Lebaran per 28 Maret 2026, tercatat aktivitas yang cukup masif di Pelabuhan Makassar sejak H-15 hingga H+7 Lebaran. Berikut adalah rincian datanya:

​Total Pergerakan Penumpang: 79.477 orang (naik dan turun).

​Total Kunjungan Kapal: 81 panggilan kapal (call).

​Status Operasional: Aman, lancar, dan kondusif.

​Kepala KSOP Utama Makassar menegaskan bahwa, meskipun volume penumpang tinggi, seluruh prosedur tetap mengacu pada prinsip “Zero Compromise for Safety”.

Pengawasan ketat dilakukan mulai dari area pelabuhan, hingga saat penumpang berada di atas kapal.

​General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin, mengungkapkan bahwa arus balik tahun ini masih menunjukkan tren yang tinggi.

Ia memastikan bahwa pihaknya terus melakukan peningkatan fasilitas umum di terminal setiap tahunnya, guna mendukung kenyamanan pengguna jasa.

​”Kami berharap peningkatan fasilitas serta pemantauan berkala dan koordinasi lintas instansi dapat membuat arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan tertib, aman, dan lancar,” ujar Iwan.

​Pelindo juga mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk selalu mematuhi aturan keselamatan yang berlaku. Menjaga barang bawaan pribadi dengan teliti, serta datang lebih awal untuk menghindari kepadatan di pintu masuk dermaga.

​Secara keseluruhan, hasil pemantauan menunjukkan bahwa pelayanan angkutan laut di Kota Makassar, tetap memenuhi standar pelayanan minimum (SPM) meskipun berada di bawah tekanan arus mudik yang padat.

Sinergi daring ini, menjadi bukti adaptasi teknologi Pelindo Regional Makassar, dalam manajemen transportasi publik yang lebih modern dan responsif. (*)

Comment